Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

INDEX SATAL 2010, BUKA KHASANAH ILMU PENGETAHUAN LAUT DALAM INDONESIA

Kerjasama Indonesia dan Amerika Serikat di bidang riset kelautan melalui eksplorasi tandem antara Kapal Riset Baruna Jaya IV (BPPT) dan Kapal Riset Okeanos Explorer dari NOAA, telah menghasilkan beberapa kajian gabungan. Kemarin (8/8), misi Indonesia Exploration Sangihe Talaud (INDEX SATAL) 2010 yang telah berlangsung sejak 24 Juni sampai dengan 7 Agustus di perairan laut dalam Kepulauan Sangihe-Talaud, Sulawesi Utara tersebut memasuki tahap akhir untuk menentukan tindak lanjut berikutnya.

Index Satal 2010 mencakup beberapa aspek penelitian dan pemanfaatan teknologi dalam bidang biologi kelautan, geologi, oseanografi, teknologi eksplorasi laut dalam dan teknologi informasi kelautan. Beberapa hasil riset sementara dan luaran dari ekspedisi ini diantaranya adalah pemetaan biota, pemetaan fenomena geologi di daerah survey dan penemuan gunung bawah laut baru (seamounts).

Hasil eksplorasi INDEX SATAL 2010 tersebut telah membuka khasanah ilmu pengetahuan tentang laut dalam di negara kita. ‚Untuk itu hasil eksplorasi tersebut perlu disebarluaskan kepada masyarakat luas melalui aktivitas pendidikan, dan kegiatan riset yang lebih mendalam,‚ ujar Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar.

Hasil dari INDEX SATAL 2010 ini pun merupakan sebuah tantangan dalam pengembangan kapasitas dan kapabilitas lembaga riset di Indonesia. ‚Selama ekspedisi ini berlangsung, BPPT telah mengerahkan kemampuan terbaiknya melalui Kapal Riset Baruna Jaya IV, serta perekayasa dan peneliti terbaik di bidangnya,‚ tambah Kepala BPPT pada acara ‚Open Ship‚ kedua kapal penelitian tersebut yang juga merupakan rangkaian upacara resmi penutupan INDEX SATAL 2010 yang berlangsung di Bitung, Sulawesi Utara.

Pada Open Ship tersebut dipamerkan berbagai hasil temuan eksplorasi laut dalam, yang berhasil diangkat ke permukaan oleh Kapal baruna Jaya IV. Berbagai spesies ikan dan batu koral, dapat berhasil ditemukan pada kedalaman 500 sampai dengan 1000 meter. Seperti misalnya penemuan koral, anggapan orang selama ini bahwa koral butuh sinar matahari (fotosintesis) untuk kehidupannya, ternyata melalui ekspedisi tersebut dapat ditemukan adanya koral yang mampu hidup tanpa sinar matahari (kemosintesis).

Penelitian di laut dalam adalah investasi bangsa Indonesia ke depan dalam menggali potensi ‚potensi keragaman biota laut. ‚Hal ini penting karena biota laut itu dapat dikembangkan sebagai bahan pangan dan obat-obatan,‚ ujar Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo, usai Kunjungan ke kedua Kapal Riset. (SP/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id