Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

HUJAN BUATAN, TANGGULANGI KEMARAU BERKEPANJANGAN DAN KEBAKARAN HUTAN

Dalam upaya penanganan kemarau yang berkepanjangan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan, BPPT merupakan instansi pemerintah yang tugas pokoknya memberikan pelayanan jasa teknologi. Salah satunya adalah dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau lebih dikenal dengan Hujan Buatan. TMC ditujukan untuk membantu krisis di bidang sumber daya air yang disebabkan oleh faktor iklim dan cuaca, ungkap Samsul Bahri, Kepala UPT-Hujan Buatan BPPT, saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Teknologi Modifikasi Cuaca, lanjutnya, pada prinsipnya hanya memberikan rangsangan ke dalam awan. Untuk memberikan rangsangan membutuhkan sistem delivery, maksudnya sistem yang digunakan untuk menghantarkan bahan ke awan dengan menggunakan pesawat terbang sebagai alat angkut.

Selanjutnya dikatakan, rangsangan diberikan agar proses yang terjadi di awan lebih cepat, dibandingkan jika dibiarkan secara proses alami. Teknologi ini merupakan intervensi atau campur tangan manusia terhadap proses-proses cuaca yang terjadi di atmosfer, sehingga terjadilah proses penumpukan penggabungan butir-butir air didalam awan lalu turun menjadi hujan. 

BPPT memiliki 5 unit pesawat, dan pesawat itu memang didedikasikan untuk mendukung tugas pokok di UPT Hujan Buatan. Diantaranya yaitu pesawat Casa NC212/200 yang secara khusus didesain sebagai pesawat penyemai (versi Rain Maker).

Menurutnya, sebelum dilakukan proses TMC, harus dilakukan beberapa persiapan terlebih dahulu seperti persiapan koordinasi dan persiapan teknis. Persiapan teknis seperti memodifikasi pesawat tersebut menjadi pesawat yang digunakan untuk membuat hujan, mendatangkan pesawat ke lokasi,  menyiapkan SDM, menyiapakan bahan-bahan untuk merangsang awan, jelasnya.

Yang terpenting adalah ukurannya harus sehalus 30 micron dan nantinya berguna sebagai pengumpul uap air yang ada di awan. Setelah terkumpul dan membesar akan terjadi pergolakan mencapai ukuran 1 mili kemudian akan jatuh menjadi hujan, tambah Samsul.

Menurutnya, TMC ini juga tidak lepas dari ketergantungan terhadap ketersediaan yang diberikan oleh alam. Artinya jika awannya banyak, kita juga akan dapat memberikan rangsangan lebih banyak dan otomatis akan menghasilkan hujan yang lebih banyak juga, dan sebaliknya.

Berdasarkan pengalaman, beberapa kajian hujan buatan yang telah dilakukan oleh UPT HB telah menunjukkan keberhasilan. Contohnya, di Palembang Sumatera Selatan jumlah titik panas kebakaran lahan mulai berkurang menyusul penurunan hujan buatan di beberapa wilayah di provinsi itu. Jumlah titik api yang terpantau dari satelit NOAA pun turun drastis pada Selasa pagi, yaitu dari 366 titik api menjadi 21 titik. Di Palembang, warga setempat mulai merasakan berkurangnya gangguan asap, papar Samsul lebih lanjut. (KYRAS/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id