Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT -JAXA JEPANG INISIASI UJI COBA SENSOR SATELIT REMOTE SENSING ALOS-2 BERBASIS AIRBORNE

Advance Land Observation Satellite Generasi 2 (ALOS-2) merupakan satelit milik Jepang yang akan diluncurkan pada 2013 mendatang sebagai kelanjutan dari ALOS-1 yang sudah habis masa pakainya. Satelit ALOS-2 membawa sensor Radar (Sintethic Aperture Radar) dengan jenis L-Band. Dalam upaya memastikan sensor satelit ALOS-2 bekerja dengan baik sebelum diluncurkan, terutama kemampuan sistem pemantauan dan pemetaan lingkungan menggunakan L-Band Satelit ALOS-2, maka diperlukan suatu pengujian dan verifikasi secara cermat dan terintegrasi. Untuk maksud tersebut, Japan Aerospace and Exploration Agency (JAXA) telah melakukan pertemuan bilateral dengan BPPT untuk membahas rencana kerjasama pengujian dan verifikasi sensor Satelit ALOS-2 di Wilayah Indonesia berbasis Airborne.

Pertemuan yang dilakukan di sela-sela Sentinel Asia ke-4 di PutraJaya Malaysia tersebut menyepakati kerjasama tentang uji kaji sensor satelit penginderaan jauh Japan-Indonesia Joint Airborne SAR (Pi-SAR-L2: Polarimetric interferometry SAR L-Band) Campaign for Monitoring and Mapping Forest Carbon, Ship Detection, and Disaster. Fokus kegiatan kerjasama pada tiga aplikasi, yaitu Forest Carbon, Kelautan dan Kebencanaan. BPPT sendiri berkoordinasi dengan Kementerian Riset dan Teknologi, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Koordinasi dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) untuk ikut berpartisipasi dan memperkuat Tim Indonesia.

Dalam upaya melakukan sosialisasi rencana kegiatan ini dengan institusi terkait di Indonesia dan sekaligus mengajak ikut berpartisipasi, pihak JAXA Jepang sepakat dengan BPPT untuk menyelenggarakan acara workshop. 1st Workshop on Airborne Pi-SAR-L2 Joint Campaign in Indonesia telah diadakan di Jakarta 12 Desember 2011 lalu dengan penyelenggara dari JAXA Jepang dan BPPT bekerjasama dengan Kementerian RISTEK, LAPAN dan Bakosurtanal. Tujuan utama workshop adalah untuk melakukan verifikasi kemampuan sensor satelit ALOS-2 dalam melakukan pemantauan dan pemetaan lingkungan berbasis airborne. Dalam uji-coba ini, difokuskan pada 3 aplikasi yaitu Forest Carbon yang berlokasi di Riau, Sumatera, Kelautan di Selat Sunda dan Kebencanaan di Gunung Krakatau, Selat Sunda.

Pada workshop yang dibuka oleh Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA), Ridwan Djamaluddin, dan Minister dari Kedutaan Jepang, Shigeru Ushio tersebut dihadiri oleh peserta dari Kementerian Ristek, LAPAN, Bakosurtanal, Kementerian Lingkungan Hidup, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pertamina, Bakorkamla, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertahanan, TNI AU, Kemenko Ekuin, Kementerian Kehutanan, Sekretaris Negara, perwakilan dari IPB dan ITB.

Dilakukan pula paparan dari beberapa narasumber terkait ketiga aplikasi tersebut diatas, diantaranya yaitu program BPPT Forest Carbon Monitoring Using Multistage Sensing oleh Muhammad Evri (BPPT), kemudian BNPB memaparkan tentang Disaster Management in Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memaparkan tentang aplikasi citra satelit untuk deteksi kapan di laut. Pada kesempatan tersebut diperkenalkan pula mengenai Airbone SAR Joint Campaign dan Forest Monitoring by ALOS/PALSAR oleh M. Shimada dan T. Motoaka dari JAXA Jepang.  Kesimpulan dari workshop adalah akan dilaksanakan pertemuan selanjutnya antara JAXA Jepang dengan BPPT, Ristek, Lapan dan Bakosurtanal untuk penyusunan rencana kegiatan serta persiapan lainnya. (hes/tisda/humas)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id