Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

 

 

 

  • Kepala BPPT Lantik Pengurus Pusat Himpunan Perekayasa Indonesia (HIMPERINDO)

    Kepala BPPT Lantik Pengurus Pusat Himpunan Perekayasa Indonesia (HIMPERINDO)

  • BPPT Siap Dukung Asian Games 2018 dengan Teknologi Modifikasi Cuaca

    BPPT Siap Dukung Asian Games 2018 dengan Teknologi Modifikasi Cuaca

  • BPPT Bentuk FORPATI, Sinergikan Pelaku Usaha dan Ahli Teknologi Pati Dengan Industri

    BPPT Bentuk FORPATI, Sinergikan Pelaku Usaha dan Ahli Teknologi Pati Dengan Industri

  • BPPT Paparkan Layanan Teknologi Modifikasi Cuaca Ke Pemangku Kepentingan

    BPPT Paparkan Layanan Teknologi Modifikasi Cuaca Ke Pemangku Kepentingan

  • Tingkatkan Produktivitas, BPPT Beri Sentuhan Teknologi Kepada Petani Di Kabupaten Lumajang

    Tingkatkan Produktivitas, BPPT Beri Sentuhan Teknologi Kepada Petani Di Kabupaten Lumajang

   

SELAMAT DATANG

 

"Bagi BPPT, Reformasi Birokrasi merupakan perubahan mendasar, mendesak dan menjadi keharusan yang melibatkan seluruh pegawai." 

 

 

LAYANAN TEKNOLOGI

PRODUK UNGGULAN

 

 

SELAMAT DATANG

"Bagi BPPT, Reformasi Birokrasi merupakan perubahan mendasar, mendesak dan menjadi keharusan yang melibatkan seluruh pegawai."

LAYANAN KAMI

LAYANAN TEKNOLOGI

PRODUK UNGGULAN

KEDEPUTIAN

 

BPPT USULKAN UPS BANDARA SOEKARNO-HATTA DIGANTI

JAKARTA - Pusat Konservasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hamzah Jalal mengakui Uniterrutible Power Supply (UPS) yang ada di Bandara Soekarno-Hatta sudah termakan USIA.  

"Jadi masalah UPS itu, setiap teknologi itu memang ada umurnya. Misal 10 tahun itu mestinya sudah wajib diganti. Apalagi bandara itu bebannya sudah semakin berat," katanya saat jumpa pers di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
 
Menurut anggota Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) ini, kondisi bandara jika dibandingkan dengan lima tahun lalu sangat berbeda. Maka, perlu dilakukan pengecekan secara menyeluruh agar bisa seimbang.  

Bukan hanya itu, dia juga mengusulkan agar di Air Traffic Controller (ATC) itu diperlukan adanya event record. Ini dilakukan guna merekam setiap kejadian yang ada di sana. Agar tidak menimbulkan kecurigaan atas keterangan dari sebuah peristiwa yang terjadi.

"Karena orang itu bisa tidak jujur. Maka saya pikir itu diperlukan, supaya kita bisa melihat keadaan sesungguhnya. Memang itu harus didandani, sistemnya harus didandani, tidak cukup hanya dua, kalau perlu di-back up lagi, jangan hanya hitungan detik, supaya bisa mili detik lebih cepat bila ada gangguan," tuturnya.
 
Sebelumnya, sistem ATC di Bandara Soekarno-Hatta pada 16 Desember 2012 lalu tak berfungsi. Hal itu diakibatkan karena salah satu UPS tak berfungsi. Dalam sistem radar terdapat dua UPS primer dan sekunder, ketika UPS primer tidak berfungsi kemudian dialihkan ke UPS sekunder Namun, saat pemindahaan itu controllernya terbakar. Sehingga dilakukan dengan cara manual dan membutuhkan waktu 15 menit.  

(sus)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2012/12/19/337/734226/redirect

FacebookTwitterLinkedin

Kami Memberikan Kualitas Layanan yang Terbaik

BPPT merupakan Pusat Unggulan Teknologi yang mengutamakan inovasi dan layanan teknologi untuk mewujudkan kemandirian bangsa, peningkatan daya saing dan peningkatan pelayanan publik.

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id