3095
Hits

29 Tahun UPT Hujan Buatan: Modifikasi Cuaca Untuk Kesejahteraan Bangsa

 

Sebagai wujud perayaan, UPTHB BPPT menggelar acara UPT Hujan Buatan Award 2014 di Auditorium BPPT, Jakarta, (18/12). Acara ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada insan-insan yang telah berjasa dalam membangun serta memperkenalkan TMC kepada publik.


Kepala UPTHB BPPT, F Heru Widodo, mengatakan tanpa adanya insan-insan yang terus berusaha keras mengembangkan TMC di Indonesia, maka UPTHB BPPT tidak mungkin bisa berkembang hingga saat ini. Insan-insan berjasa itu adalah para Kepala UPTHB terdahulu.


"Kami memberikan penghargaan kepada alm. Muchamad Soebagia (Kepala UPTHB 1976-1982), Sri Woro B Harijono (Kepala UPTHB 1982-2001) dan alm. Baginda Patar Sitorus (Kepala UPTHB 2001-2004).  Penghargaan ini merupakan rasa terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada meraka bertiga," ungkap Heru.


Di acara ini, tambah Heru, UPTHB BPPT juga menerbitkan dua buku hasil buah pemikiran dari para perekayasa dan peneliti dalam mengembangkan TMC di Indonesia. Buku pertama berjudul Peran Teknologi Modifikasi Cuaca di Indonesia dan buku kedua berjudul Efektivitas Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Banjir.


"Dengan diterbitkannya dua buku tersebut, kami berharap kegiatan TMC di Indonesia bisa tersosialisasikan secara baik kepada masyarakat. Serta juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terkait fungsi TMC dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Karena hingga saat ini, hanya UPTHB BPPT satu-satunya unit yang melaksanakan kegiatan TMC di Indonesia," kata Heru.


Kepala UPTHB BPPT juga menyampaikan, dua buku yang telah diterbitkan itu juga merupakan sebuah momentum bagi para perekayasa dan peneliti di UPTHB BPPT untuk lebih mengembangkan TMC melalui inovasi-inovasinya dalam upaya menanggulangi bencana di Indonesia, seperti kebakaran hutan, banjir, menambah air danau dan sebagainya.


"Disepanjang tahun 2014 ini, UPTHB BPPT telah melakukan banyak kegiatan di Indonesia. Mulai dari menanggulangi banjir di Jakarta, penanggulangan kabut asap di Kalimantan dan Sumatera dan pengisian air waduk di DAS PLTA Ir PM Noor di Kalimantan Selatan. Semoga di masa mendatang, kiprah TMC di Indonesia semakin dirasakan manfaatnya bagi bangsa," ujar Heru optimis. (tw/syra/Humas)