3725
Hits

Atasi Karhutla, BPPT Terapkan TMC di Tiga Provinsi

Administrator
11 May 2020
Layanan Info Publik

Antisipasi jelang musim panas dan untuk mencegah kekeringan gambut yang mudah terbakar, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Pelaksanaan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dimulai 11 Mei 2020 untuk wilayah Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. 

 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan terimakasih dan penghargaan pada semua pihak yang terlibat dalam pengendalian Karhutla.

 

Tim Satgas lapangan ini tidak hanya bekerja di titik terdepan saat terjadi Karhutla, namun juga rutin turun melakukan sosialisasi bahaya Karhutla dan penyebaran Covid-19 secara door to door (ke rumah warga), ujarnya saat peluncuran secara virtual, di Jakarta (11/05)

 

Satgas Karhutla yang terdiri dari Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, BNPB, BPPT, BMKG, BPBD, Pemda, pihak swasta seperti dari RAPP dan Sinar Mas, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta para relawan dari berbagai kelompok masyarakat lainnya, secara rutin dan konsisten tetap melakukan upaya-upaya pengendalian Karhutla, dengan tetap menerapkan protokol Covid-19,

 

Menteri Siti berpesan pada tim di lapangan, untuk tetap jaga kesehatan dan keselamatan. kolaborasi kerja di tingkat tapak oleh semua pihak sangat penting dilakukan. Karena mengendalikan Karhutla tidak bisa menunggu, upaya antisipasi seperti TMC dan patroli rutin menjadi pilihan yang tepat untuk dilakukan.

 

Beberapa lokasi gambut yang terjadi kebakaran berulang, harus tetap mendapat perhatian serius. Para pihak harus memastikan bahwa gambut tetap dalam kondisi basah. Saya terus mengikuti laporan dari lapangan setiap hari, ujarnya.

 

 

Sementara Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Yudi Anantasena mengatakan, atas rekomendasi dari BMKG, awal Mei merupakan saat yang tepat melakukan pembasahan lahan gambut khususnya diwilayah provinsi yang rawan Karhutla dengan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca.

 

Awal Mei merupakan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau dimana curah hujan dibeberapa wilayah sudah berkurang namun potensi awan masih tersedia guna mendukung operasi TMC, urainya.

 

Dikesempatan yang sama, Kepala BBTMC BPPT Tri Handoko Seto berharap pelaksanaan operasi TMC dapat mencegah terjadinya Karhutla sesuai arahan Presiden sekaligus menekan Karhutla 2020 secara nasional khususnya di provinsi-provinsi bergambut yang rawan Karhutla.

 

Terkait dengan pandemi Covid-19, dikatakannya tim TMC akan disiplin melaksanakan kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan yang baku.

 

Sebagai informasi, pelaksanaan operasi TMC didukung dengan pesawat TNI-AU jenis Cassa 212-200 dari Skuadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh - Malang, dengan kapasitas angkut 800 kg garam (NaCl) berbentuk powder untuk disemai dalam setiap sorti penerbangan, diharapkan akan diperoleh hasil maksimal. (Humas BPPT)