5127
Hits

Atasi Pandemi Covid-19 Melalui PCR Test Karya Inovasi Produk Dalam Negeri

Administrator
06 Aug 2020
Layanan Info Publik

 

Pandemi Covid-19 yang masuk ke Indonesia telah mengubah pola hidup dan interaksi sosial masyarakat. Pengaruhnya tidak hanya menimpa pada kehidupan sosial umat manusia, tetapi juga berimbas pada berbagai sektor, seperti pendidikan yang merupakan proses hulu dalam penyiapan sumberdaya manusia untuk menunjang pembangunan nasional, kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza saat webinar series Bincang Teknologi dengan tema PCR Test Indonesia Cukupkah? (06/08).

 

Pada kondisi pandemi ini upaya yang dilakukan adalah ikut berperan aktif menyelesaikan dan menanggulangi penyebaran Covid-19. Dengan teratasinya pandemi ini maka penyelamatan masa depan sumberdaya manusia dapat dilakukan.

 

Hammam menyebut, upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19 sangat cepat dan serius, hal tersebut terlihat 11 hari setelah diumumkan secara resmi oleh Presiden tentang kasus positif pertama Covid-19 Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019.

 

Dalam penangulangan pandemi Covid-19, BPPT bersama dengan lembaga litbang, perguruan tinggi, industri, asosiasi dan beberapa startup company membentuk Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanggulangan Pandemi Covid-19 (TFRIC-19).

 

Dalam upaya tersebut, BPPT dengan TFRIC-19 lanjut Hammam telah menghadirkan inovasi produk dalam negeri yang dapat membantu mengatasi pandemi Covid-19 diantaranya, Inovasi produk diagnostik NonPCR, yaitu inovasi Rapid Diagnostik Test untuk deteksi antibodi IgG/IgM. Inovasi produk PCR Test Kit, reagen untuk melakukan analisa PCR. Aplikasi Artificial Intelligence untuk Deteksi Covid-19, suatu inovasi teknologi untuk memperkuat penegakan Covid-19 berbasis data X-Ray dan CT Scan.

 

Serta Penyusunan data Whole Genome Sequncing (WGS), profil karakteristik peta gen Covid-19 yang sangat penting untuk acuan pengembangan vaksin, diagnostik dan produk berbasis gen lainnya. Sarana prasarana dan logistik kesehatan, diantaranya ventilator, mobile lab BSL2, portable hand washer, face shield, masker, hand sanitizer, desinfektan dan biscuit yang mengandung imunostimulan alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh (Biskuneo +++).

 

Selain itu, produksi PCR kit karya anak bangsa ini merupakan salah satu contoh nyata ekosistem inovasi. Dimana inovasi ini berawal dari purwarupa yang dibuat start up Nusantics bersama TFRIC19 yang pada akhirnya di scale up oleh PT Biofarma. Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung penanganan Covid-19 melalui sebuah sistem inovasi teknologi yang ditujukan untuk menghadapi penanganan Covid-19, ujarnya.

 

Sementara, Direktur PSAT (Pusat Sistem Audit Teknologi) BPPT Arwanto mengatakan, penanggulangan wabah Covid-19 dengan pendekatan terintegrasi dan kesisteman, mulai dari deteksi (testing) hingga treatment (pengobatan) akan sangat efektif dan komprehesif dengan melengkapi pemahaman perilaku sistem keseluruhan.

 

Pemahaman perilaku tersebut meliputi pemahaman perilaku sosial masyarakat yang langsung berimbas pada penyebaran Covid-19 yakni pemahaman pendekatan intervensi kebijakan yang diambil dalam upaya menahan laju penyebaran Covid-19 juga pemahaman perilaku alamiah itu sendiri. Diharapkan dengan terobosan teknologi dapat menghadirkan inovasi karya anak bangsa dalam rangka memerangi pandemi tersebut, pungkasnya. (Humas BPPT)