4012
Hits

Audiensi  Dengan Mensesneg, Kepala BPPT Sampaikan Rekomendasi Teknologi Kekinian

Administrator
27 Jan 2018
Layanan Info Publik

 

Dikatakan Kepala BPPT kepada Mensesneg, berdasar dari Kongres Teknologi Nasional (KTN 2017) telah dirumuskan Rekomendasi Teknologi guna mendorong pembangunan nasional.

“Kami ingin memberikan rekomendasi teknologi. Diharapkan dapat memberi masukan dalam mengambil kebijakan untuk pembangunan nasional, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa serta TKDN industri dalam negeri,” kata Kepala BPPT kepada Menteri Sekretaris Negara di  Kantor Kementerian Sekretariat Negara , Jakarta (26/1).

Rekomendasi Transportasi, Kesehatan dan TIK

Pemaparan diawali dari bidang teknologi transportasi oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR-BPPT), Wahyu Widodo Pandoe yang memaparkan peran BPPT untuk peningkatan kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya.

Dikatakan Deputi TIRBR bahwa dari kajian pra feasibility study (Pra FS) terdapat beberapa skenario yang ditujukan untuk efektifitas dan peningkatan kecepatan kereta api Jakarta-Surabaya. Hasil kajian pertama adalah dilakukan perbaikan track atau revitalisasi, kedua adalah penambahan track dengan narrow gauge. Ketiga adalah Penambahan Track dengan standard gauge, keempat adalah Membangun (Double) Track Baru (standar gauge).  

“Semua opsi tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalau opsi perbaikan rel memang kecepatan kereta dapat mencapai 120-160 km/jam. Opsi tambah single track di samping existing, kecepatan maksimal 160 km/jam dan waktu tempuh 5,5 jam.  Opsi Standar gauge, futuristic , lebih menjanjikan, namun biaya lebih mahal. Kalau opsi jalur baru yang betul-betul baru, waktu tempuh hanya 3,5 jam.  Tempat  di dekat track, arah ke selatan,” ungkap Deputi Wahyu.

Deputi TIRBR lalu menyampaikan bahwa BPPT juga dilibatkan dalam program LRT Jabodebek. Untuk hal ini katanya, BPPT mendorong kesiapan PT INKA dalam aspek teknologi, serta terus berkoordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan lainnya.

Pemaparan kedua yakni rekomendasi bidang teknologi kesehatan, Deputi Bidang Teknologi Argoindustri dan Bioteknologi (TAB-BPPT) Eniya L. Dewi menyorot permasalahan impor obat dan alat kesehatan.

“Bahan baku obat masih impor dalam jumlah besar, 95 persen masih impor. Saat ini industri farmasi masih minim dan belum mampu memenuhi bahan baku. BPPT berupaya menekan impor bahan baku yakni inovasi garam farmasi, yang telah bekerjasama dengan industri dalam negeri,” ungkapnya.

Deputi TAB juga menekankan pentingnya penguatan industri farmasi dan alat kesehatan (Alkes) menuju industri integratif, berdaya saing dan mampu mewujudkan kemandirian obat dan Alkes. Industri farmasi dan alat kesehatan nasional tuturnya, perlu mengedepankan riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian industri. Terkait program swasembada garam nasional, dirinya pun menekankan komitmen yang kuat untuk melaksanakan perbaikan garam rakyat.

“Perkuat industri bahan baku obat dan alkes nasional, perkuat infrastruktur riset dan inovasi, dukungan kebijakan dan regulasi operasional, serta peta jalan produk yang terverifikasi dengan kerangka waktu capaian terukur. Untuk garam nasional juga pentingnya harus ada gabungan unntuk melaksanakan perbaikan garam rakyat,” papar Deputi Eniya. 

Selanjutnya pemaparan  bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),  mewakili Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM-BPPT) Direktur Pusat Teknologi Informatika dan Komunikasi (PTIK-BPPT), Michael A. Purwoadi, mengungkap solusi untuk Keamanan informasi, Digital transformasi dan peningkatan Industri TIK dalam negeri.

“Aspek TIK sangat penting dalam mendukung pembangunan nasional. Kami usulkan dibentuk timnas di bidang IT untuk mengkaji infrastuktur IT pemerintahan agar tata kelola data pemerintah terintegrasi dengan baik, supaya efisien dan optimal, serta lebih terjamin keamanan data nasional,” rinci Michael.

Diuraikan kemudian olehnya bahwa keamanan data dan infrastruktur kritis adalah hal penting. Aspek keamanan teknologi informasi dan komunikasi pada sektor strategis nasional ini belum mumpuni, seperti infrastruktur TIK pada sektor energi, listrik dan perbankan.

“Peran BPPT dalam transfer teknologi TIK sudah berjalan baik. Untuk itu butuh dukungan dalam pengembangan inovasi teknologi keamanan siber sebagai salah satu fondasi menjaga kedaulatan negara. Kemudian untuk sektor pemerintahan, penting agar terintegrasi antar sesama instansi pemerintah dalam hal pelayanan public,” terangnya.

Menanggapi seluruh paparan dari BPPT, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno mengatakan bahwa pihaknya memberi apresiasi atas rekomendasi teknologi yang telah disampaikan.

Mensesneg lantas memberikan dukungan agar rekomendasi dan inovasi BPPT ini nantinya akan disampaikan lebih lanjut untuk dilaporkan kepada pengambil keputusan terkait.

 

“Inovasi dan rekomendasi teknologi ini menarik. Kami siap mendukung dan akan kami sampaikan ke presiden Setuju untuk peningkatan TKDN seperti yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo. Terima kasih paparannya, kita akan follow up dan tingkatkan peran teknologi,”  tutup Mensesneg. (Humas/HMP)