703
Hits

Balai Bioteknologi BRIN Dukung Peningkatan Perekonomian Kota Malang Melalui Budidaya Tanaman Hias

Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (OR PPT BRIN) melalui Balai Bioteknologi bekerja sama dengan mitra BRIN Anggota DPR RI Komisi VII gelar Bakti Inovasi Teknologi Perbanyakan Tanaman Hias Secara Ex Vitro di Kota Malang Jawa Timur, 03/11/2021.

 

Sejak pandemi melanda dua tahun lalu, budidaya tanaman hias seperti anggrek, aglaonema dan keladi terus berkembang pesat dikalangan masyarakat. Trend tanaman hias ini tentu dapat menjadi potensi peningkatan perekonomian masyarakat apabila digeluti dengan serius. Anggota Komisi VII DPR RI Ali Ahmad yang menghadiri kegiatan ini menyambut positif teknologi ex vitro yang disampaikan Balai Bioteknologi kepada masyarakat Malang.

 

"Tanah di Malang memang tidak terlalu luas, namun berkat bantuan teknologi ex vitro dari Balai Bioteknologi BRIN ini bukan lagi kendala. Bapak ibu dapat melakukan budidaya di lahan yang terbatas, bahkan dengan pembiayaan yang minimum dapat menghasilkan sesuatu yang maksimum. Berbagai sektor perekonomian saat ini sedang lesu, tapi tanaman hias justru trendnya meningkat. Jika dari pelatihan ini dimanfaatkan dengan baik dapat membantu peningkatan perekonomian ", papar pria yang akrab disapa Gus Ali.

 

Sementara itu Penanggungjawab Bidang Kesehatan dan Pangan OR PPT BRIN Soni Solistia Wirawan mengutarakan keistimewaan Kota Malang yang berpotensi dijadikan sentra budidaya tanaman hias.

 

"Kota Malang dan sekitarnya memiliki kondisi iklim dan lingkungan yang mendukung untuk perkembangan usaha dan budidaya tanaman hias. Dengan sosialisasi dan pelatihan perbanyakan tanaman hias secara ex vitro yang kami berikan hari ini, bukan tidak mungkin Kota Malang nantinya akan menjadi sentra budidaya tanaman hias" Ujarnya.

 

Lebih lanjut Kepala Balai Bioteknologi OR PPT BRIN Anis H. Mahsunah menjelaskan mengapa teknologi perbanyakan tanaman secara ex vitro ini dapat mendukung kegiatan budidaya tanaman untuk dijadikan sumber peningkatan perekonomian masyarakat.

 

"Teknik perbanyakan tanaman secara ex vitro ini adalah perbanyakan tanaman secara vegetatif di luar laboratorium dengan menggunakan bagian tanaman muda yang mempunyai sifat pertumbuhan cepat (juvenile) dan disertai dengan pemberian formula untuk percepatan pengakaran dan pertumbuhan tanaman. Kami biasanya menganalogikannya  seperti mesin foto copy, karena teknik ini bisa membuat benih dengan sifat seperti induknya dalam waktu yang relatif pendek. Sudah banyak berbagai jenis tanaman hortikultura dan perkebunan yang mengaplikasikan teknologi ini, antara lain tanaman jati, jeruk, kopi, porang, kakao, kentang, lada" Sebutnya.

 

Selain memberi pelatihan kepada 50 peserta dari Malang dan sekitarnya, Balai Bioteknologi juga membagikan 250 benih tanaman anggrek, 700 tanaman aglaonema dan 300 tanaman keladi lilliput serta 50 paket formula (bioroot, biopex, vitamin A dan B,  pupuk hayati mikoriza arbuscular Technofert) kepada peserta.

 

Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat khususnya petani, dan pecinta tanaman hias lebih memahami teknik penyediaan benih yang lebih efisien dan murah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan benih berkualitas yang sama seperti induknya di Kota Malang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. 

 

Sebagai informasi, penyelenggaraan bakti inovasi ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, yakni melakukan  jaga jarak dan swab antigen  untuk peserta  menggunakan Rapid Diagnostic Test Antigen - BPRO, hasil inovasi OR PPT yang dihilirisasi oleh PT Prodia Diagnostic Line (PROLINE)-Humas Balai Bioteknologi (bby)