5497
Hits

Bencana Karhutla dan Asap, Kepala BPPT: Kedepan Harus dilakukan Langkah Pencegahan

 

Kepala BPPT Unggul Priyanto menegaskan akan pentingnya pencegahan bencana kebakaran dan kekeringan. Menurutnya bencana asap, kebakaran hutan dan lahan seperti saat ini sudah menjadi bencana yang tiap tahun muncul. Oleh karena itu dapat dilakukan langkah antisipasi sebelum bencana membesar.


"Sebelum terjadi bencana seharusnya kita melakukan pencegahan dengan melaksanakan hujan buatan untuk membasahi lahan gambut khususnya. Selain itu dengan mencegah diharapkan bencana tidak berdampak besar ke masyarakat," jelasnya disela mendampingi MenristekDikti saat mengunjungi Keramba Ikan Nila Salina Rekayasa BPPT di Kepulauan Seribu, (23/9).


Unggul juga mendukung langkah Presiden RI untuk menindak tegas pelaku pembakar lahan. "Sosialisasi dan pemberlakuan hukuman penting untuk memberikan efek jera terhadap pembakar lahan," cetusnya.

 

Menyoroti kondisi terkini, Unggul menuturkan jumlah titik api (hotspot) di wilayah Sumatera dan Kalimantan terus bertambah jumlahnya. Hal ini merupakan salah satu kendala UPTHB untuk mengatasi bencana kabut asap.


"Masalah utama dari bencana asap ini adalah lahan gambut yang terus terbakar. Lahan gambut itu di dalamnya sangat panas, sehingga diperlukan operasi TMC untuk membasahi lahan gambut. Kedepannya, kami mengusulkan pencegahan kebakaran lahan gambut dan bencana asap dengan melakukan pembasahan lahan gambut sebelum munculnya titik panas akibat kemarau," ungkapnya.


Kepala BPPT juga menyampaikan, kendala lain dari sulitnya melakukan TMC adalah kondisi awan yang sangat sedikit, tanpa adanya awan maka TMC akan sulit dilakukan. Selain itu, jumlah pesawat untuk melalukan TMC juga sangat kurang, sementara jumlah titik api di Sumatera dan Kalimantan yang perlu dihujani sangat banyak.


"Jadi, solusi terbaik dari kebakaran hutan dan lahan adalah segera melakukan operasi TMC sebelum datangnya musim kemarau yang menjadi pemicu munculnya titik-titik panas. Selain itu, pesawat kami terbatas jumlahnya dan umur pesawatnya juga sudah tua," pungkasnya. (Humas)