5083
Hits

BPPT Audit Teknologi Informasi KPU Jelang PILKADA Serentak 2017

 
Dalam audit IT (Informasi dan Teknologi) untuk sistem e-rekapitulasi, hasil audit BPPT diharapkan menjadi masukan penting bagi KPU untuk membangun tata kelola (governance) dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu. Audit teknis BPPT, akan diterapkan pada Pemilukada Serentak 2017 dan Pemilu Nasional 2019.

 

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM), Hammam Riza, mengatakan BPPT telah menyiapkan masukan berdasarkan hasil pemilihan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) dengan sistem DPT (Daftar Pemilih Tetap) online dan verifikasi pemilih menggunakan KTP - El yang dimiliki oleh pemilih.

 

"Saya sangat berharap inovasi teknologi yang telah dipersiapkan BPPT dapat membantu KPU dalam mewujudkan Pilkada dan Pemilu nasional yang tertib dan teratur," terang Hammam.

 

Ia meyakini, melalui penggunaan IT dalam pemilu maka permasalahan dan kecurangan yang kerap timbul pada pelaksanaan, seperti pemilih ganda dan kesalahan perhitungan akan teratasi. "Pemilu yang berkualitas dapat segera terwujud di Indonesia apabila kita mampu mengatasi hal-hal semacam itu secara tuntas," ucap Hammam.

 

Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, telah menyatakan dukungan terhadap pelaksanan Pilkada Nasional berbasis IT. Selain itu, dirinya juga meminta agar aspek seperti regulasi dan peraturan KPU juga dipersiapkan.

 

"Jika semua aspek terpenuhi, tidak akan ada lagi keraguan bagi kita untuk melaksanakan Pilkada dengan sistem E-Voting dan E-Rekap," jelas Tjahjo. (Humas/HMP)