990
Hits

BPPT Bangun Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial, Jawaban Untuk Membawa Indonesia Maju

Sangat terasa jelas, dalam setahun ini dunia mengalami percepatan transformasi digital yang merubah budaya kerja dan berbagai aktifitas kita. Pemerintah pun sangat serius untuk melakukan transformasi digital, tidak saja dalam rangka peningkatan efektifitas, efisiensi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, tetapi sekaligus juga untuk mengantisipasi keadaan luar biasa, seperti halnya keadaan Pandemi Covid-19 ini.

 

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam riza dalam Kuliah Umum Universitas Syiah Kuala mengenai “Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial”, Sabtu (27/02) mengatakan, cara membawa Indonesia menjadi negara maju adalah dengan penguasaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Pasalnya, negara maju terlihat dari seberapa jauh negara tersebut menguasai teknologi kecerdasan buatan.

 

Untuk itu, pada 21 Januari 2021 lalu BPPT meluncurkan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (PIKA) sebagai wadah akselerasi pemanfaatan kecerdasan artifisial di Indonesia.

 

PIKA merupakan wadah bagi semua unsur quad helix yaitu Pemerintah, Industri, Akademisi, dan Komunitas dalam berkolaborasi pada riset dan inovasi KA dengan memaksimalkan seluruh sumber daya riset dan inovasi nasional.

 

Sebagai langkah awal pemanfaatan super komputer adalah penggunaan kecerdasan artifisial di bidang kebencanaan. BPPT telah membangun sistem berbasiskan KA, yakni PEKA Api dan PEKA Tsunami untuk memprediksi potensi terjadinya tsunami pada saat ada gempa, serta memprediksi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan agar bisa dilakukan langkah-langkah mitigasi.

 

Kedua sistem yang dibangun tersebut sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat untuk meminimalisir dampak bencana, maupun untuk menghindari terjadinya bencana.

 

“Indonesia masih memiliki beberapa tantangan untuk mengembangkan KA, seperti dari segi kesiapan regulasi yang mengatur etika penggunaan, kesiapan tenaga kerja, kesiapan infrastruktur dan data pendukung pemodelan, serta kesiapan industri dan sektor publik dalam mengadopsi inovasi KA”, ujar Hammam. 

 

Karena itu, Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial yang diinisiasi BPPT ini diharapkan bisa menjadi wadah dalam mengakselerasi pemanfaatan KA di Indonesia, serta memberikan manfaatnya bagi masyarakat luas dan mendukung pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan bangsa. (Humas BPPT)