1961
Hits

BPPT Bantu Pemkot Mojokerto Tingkatkan Layanan Melalui Penerapan Inovasi Teknologi

Administrator
29 May 2019
Layanan Info Publik

 

Mojokerto – bppt.go.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tanda tangani perjanjian kerja sama (PKS) dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Mojokerto melalui penerapan inovasi teknologi. Fokus kerja sama akan diawali dari dua bidang teknologi, yakni lingkungan dan sistem informasi.

 

Kepala BPPT Hammam Riza, dalam sambutannya berujar PKS ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) sebelumnya di BPPT, pada tanggal 14 Mei yang lalu.

 

“Ini merupakan respon kita dari BPPT atas keuletan dan kecepatan yang dimiliki Ibu Walikota Mojokerto. Kemaren Ibu dan rombongan yang berkunjung, sekarang saya dan tim BPPT menindaklanjuti kebutuhan dari Pemkot Mojokerto. Hal ini juga sesuasi dengan tagline BPPT, yakni BPPT Solid, Smart, Speed,” ungkap Hammam usai penandatanganan PKS di Gedung Pemkot Mojokerto, Selasa (28/05).

 

Kerja sama pertama di bidang teknologi lingkungan diurai Hammam akan terbagi dalam tiga kegiatan utama, diantaranya pemurnian gas metan dari tempat pemrosesan akhir (TPA) untuk kebutuhan bahan bakar listrik, penerapan sanitary land fill di TPA dengan konsep sel, dan juga peningkatan kualitas air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mojokerto.

 

“Kita akan concern dalam pemurnian gas metan yang dihasilkan dari sampah di TPA Randegan, Mojokerto. Tim teknis BPPT sudah kami kirim sebelumnya, dan dari riset awal diketahui bahwa gas metan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Namun perlu di-treatment untuk meningkatkan kemurnian dari gas metan itu sendiri,” terang Hammam.

 

Dirinya juga menambahkan ini sesuai dengan konsep waste to energy yang sedang marak digunakan di negara maju dan berkembang.

 

“Jadi gas metan yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk memasak saja seperti yang sudah berjalan saat ini. InsyaAllah, nanti kalau sudah beroperasi, bisa untuk mengaliri listrik bagi masyarakat di sekitar TPA Randegan,” harap Kepala BPPT.

 

Kebutuhan air bersih PDAM pun juga menjadi perhatian bagi Pemkot Mojokerto. Dijelaskan Hammam, dari pantauan tim di lapangan, memang air yang diperoleh langsung dari tanah (sumur) dan PDAM hampir tidak ada bedanya, serta kadar bakteri escherichia coli yang diperoleh di sampel juga masih tinggi.

 

“Untuk masalah air bersih PDAM, BPPT akan menerapkan teknologi air bersih. Inovasi teknologi ini telah digunakan di berbagai daerah, seperti Papua, Probolinggo, Jombang, bahkan telah melayani kebutuhan air bersih pengungsi pada saat kejadian bencana di Lombok, Palu dan Donggala pada tahun lalu,” terangnya.

 

Menurut Hammam, BPPT akan siap membantu meningkatkan kualitas air PDAM Mojokerto. Bahkan apabila dibutuhkan, BPPT siap menghadirkan teknologi Arsinum (Air Siap Minum) yang mampu mengolah air tanah hingga langsung dapat dikonsumsi, tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

 

“Teknologi air bersih BPPT ini sudah proven, dan insyaAllah dapat digunakan langsung tahun 2019 ini,” ungkap Hammam optimis.

 

Kerjasama terakhir yaitu di bidang teknologi sistem informasi. BPPT terang Hammam, akan menerapkan SIMRAL (Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan) untuk mendukung performa dan kinerja Pemkot Mojokerto, sesuai dengan Peraturan Presiden No.95 Tahun 2018 mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

 

“Indonesia saat ini sedang menyambut Industri 4.0, semua lini mau tidak mau, cepat atau lambat pasti akan tersentuh dengan teknologi informasi teknologi. Jadi saya sangat mendukung sekali penggunaan SIMRAL di Pemkot Mojokerto,” ungkapnya.

 

Dirinya menambahkan dalam satu tahun kedepan diharapkan Pemkot Mojokerto sudah siap, baik secara teknologi dan humanware­-nya. Terlebih kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan serta memudahkan dan mendekatkan masyarakat untuk mengakses sebuah layanan.

 

“Melakukan digitalisasi layanan bukan hanya sekedar mempunyai teknologinya saja. Teknologi hanyalah alat bantu, yang terpenting adalah sumber daya manusianya (SDM). Jadi bersama dengan Pemkot Mojokerto, kita akan mulai membangun human capital management untuk mengembangkan inovasi teknologi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan pemerintah berbasis elektronik,” terang Hammam.

 

Dirinya menyebut bahwa indikator kemajuan sebuah bangsa adalah seberapa banyak ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan dalam sebuah pembangunan. Jadi untuk menjadikan Kota Mojokerto sebagai smart city, seluruh sektor kehidupan masyarakatnya harus diungkit juga dengan teknologi.

 

“Semoga tiga inovasi teknologi BPPT akan segera dirasakan manfaatnya pada tahun ini. Saya juga berharap kedepan akan semakin banyak inovasi BPPT yang digunakan untuk membantu menghela pembangunan ekonomi Kota Mojokerto,” tutup Kepala BPPT.

 

Dalam kesempatan yang sama Walikota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan tujuan akhir dari PKS ini adalah untuk meningkatkan tugas kami sebagai pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Kota Mojokerto itu merupakan Kota terkecil di Indonesia, luasnya hanya 20,2 KM2. Kita tidak memiliki sumber daya alam untuk dimanfaatkan, jadi pelayanan yang maksimal, serta membangun kota menjadi indah dan nyaman bagi masyarakatnya merupakan tujuan kami,” terang Walikota Ika.

 

Lebih lanjut, dirinya berharap dengan dua kesepakatan di bidang teknologi lingkungan dan sistem informasi ini dapat memberikan nilai tambah kepada kehidupan masyarakat Kota Mojokerto.

 

“Saya dan seluruh jajaran Pemkot Mojokerto siap untuk bekerja sama dengan pihak BPPT untuk mensukseskan kerja sama ini. Saya tidak mau apa yg ditandatangi sekarang hanya tertulis di atas kertas, tapi haruslah langkah konkret yang segera direalisasikan bersama dengan BPPT.” tegas Ibu Walikota di depan seluruh satuan tugas Pemkot Mojokerto.

 

Dirinya menambahkan bahwa masih banyak potensi Kota Mojokerto yang dapat di-explore bersama dengan BPPT.

 

“Saya setuju dengan Kepala BPPT, PKS ini merupakan sebuah langkah awal untuk kerja sama berikutnya. Tentunya kerja sama yang memberikan nilai tambah kehidupan masyarakat melalui inovasi teknologi, terlebih kita sudah memasuki era digital seperti saat ini,” pungkas Walikota Ika. (Humas/HMP)