1829
Hits

BPPT Bersama PT Biofarma dan Unpad Sepakat Kembangkan Hijauan Makanan Ternak Bernutrisi Tinggi

Pakan merupakan faktor penting dalam keberhasilan industri peternakan karena 70% keberhasilan industri peternakan tergantung pada pakan. Dengan dilakukannya penandatanganan kerjasama ini menjadi sangat penting dan bermanfaat dalam mengembangkan Hijauan Makanan Ternak (HMT) bernutrisi tinggi mulai dari pengembangan dan penyediaan bibit, teknologi budidaya, teknologi penyimpanan dan pengawetan dalam bentuk silase, hay dan pellet serta teknologi distribusi.

 

Dikatakan Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Dudi Iskandar mewakili Deputi TAB BPPT di acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama tentang Pengkajian Dan Pengembangan Hijauan Makanan Ternak (HMT) Bernutrisi Tinggi antara BPPT, PT Biofarma dan Unpad (BBU), di Cisarua, Bandung (30/03).

 

Serta peresmian Kampung Pengembangan HMT BBU dan pengukuhan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Rumput Gajah Odot  dengan produktivitas tertinggi dan  rumput Kikuyu lokal dengan kandungan nutrisi tertinggi.

 

Karenanya lanjut Dudi, pengembangan HMT dengan produktivitas dan kandungan nutrisi yang tinggi merupakan solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan pakan HMT bagi ternak di Indonesia.

 

Seperti diketahui, Rumput Gajah Odot dengan produktivitas tertinggi merupakan jawaban bahwa ketika diintroduksi dengan sentuhan teknologi rumput yang kelihatan pendek  dapat mempunyai produkivitas yang tinggi.  Pada kondisi biasa, produksi rumput hanya mencapai 120 – 150 ton/ha/tahun dapat ditingkatkan produksinya menjadi sekitar 600 ton/ha/tahun. Selain itu rumput yang dihasilkan juga mempunyai kualitas yang baik dengan kadar protein 15% dan Total Digestible Nutrien sekitar 60%.

 

Sementara, rumput Kikuyu lokal dengan kandungan nutrisi tertinggi sebagai sebuah prestasi membanggakan karena mengeksplorasi rumput lokal asli Indonesia sebagai sumber hijauan yang sangat berkualitas. Hasil eksplorasi dan introduksi teknik budidaya yang dilakukan oleh BPPT - Bio farma - Unpad (BBU) telah menghasilkan hijauan yang berkualitas dari rumput lokal Indonesia.

 

Rumput ini mempunyai kandungan protein kasar 18% dan total digestible nutrien 65% serta kandungan fraksi serat yang rendah. Kandungan nutrisi yang dikandung oleh rumput ini setara dengan konsentrat spesial untuk kuda.

 

Kedepan, diharapkan komoditi rumput ini dapat dikembangkan di seluruh Indonesia serta perlu dikembangkan menjadi produk hilir sehingga bisa menjadi komoditi ungulan untuk  di ekspor dalam bentuk Green Pllet BBU dan Hay Cube BBU.

 

BPPT siap mendampingi dan memberi layanan teknologi sesuai dengan visi BPPT sebagai Pusat Unggulan Teknologi yang mengutamakan inovasi dan layanan teknologi guna meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa, pungkasnya.

 

Sebagai informasi, pada penandatanganan tersebut juga dihadiri Senior Executive Vice President (SEVP) Human Capital & Compliance   PT Bio Farma Disril Revolin Putra, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Padjadjaran Hendarmawan, Dekan Fak. Peternakan Unpad Rahmat Hidayat serta Executive Director Regional Head Bank Indonesia Representative Office West Java Herawanto Hudoyo. (Humas BPPT)