8125
Hits

BPPT DAN JEPANG TEMUKAN TEKNOLOGI PEMANFAATAN ENERGI BIOMASSA BAHAN BAKAR CAIR DAN GAS

 

 

Hammam kemudian menuturkan bahwa pihaknya berupaya mewujudkan komitmen Indonesia untuk beralih pada Energi Baru Terbarukan (EBT). Terkait hal ini Pusat Teknologi Sumberdaya Energi dan Industri Kimia (PTSEIK), BPPT bekerja sama dengan Science and Technology Research Partnership for Substainable Development (SATREPS), telah menemukan teknologi pemanfaatan energi biomassa yang ada di Indonesia untuk menjadi bahan bakar cair dan gas.

 

 

Kesepakatan antara PTSEIK dan SATREPS sendiri telah terjalin sejak dua tahun lalu dan berakhir pada 2019. Pemanfaatan energi biomassa tersebut didanai oleh Japan Science and Technology Agency (JST) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

 

 

Kegiatan ini, tambah Hammam bertujuan untuk membahas dan mencari solusi akan krisis energi yang saat ini melanda global, termasuk Indonesia. "Indonesia saat ini telah memasuki era lampu kuning dalam krisis pasokan energi nasional. Selain itu, penggunaan BBM dari fosil juga berakibat pada permasalahan lingkungan global. Dimana gas dan partikulat yang ekstrim emisi dari transportasi dan industri seperti kualitas udara yang memburuk," terang Hammam.

 

 

Sementara Direktur PTSEIK BPPT, Adiarso mengatakan, salah satu kekayaan energi biomassa yang dimiliki oleh Indonesia, adalah limbah tandan sawit. "Sawit Indonesia produsen terbesar di dunia, produksi 32 juta ton pertahun. Sawit itu menghasilkan limbah juga, tandan kosong,  batang. Otomatis ini terbesar, ini belum digarap," tandasnya.

 

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asian People’s Exchange (Apex), Nao Tanaka, yang membawahi SATREPS menyebutkan teknologi yang akan digunakan untuk mengubah energi biomassa menjadi bahan bakar adalah Gasifikasi Fluidized Bed. Teknologi yang diusungnya ini dapat mengubah limbah tandan sawit menjadi bahan bakar, dengan menggunakan katalisator tanah liat.

 

 

“Keunikannya pakai katalis tanah liat, itu cukup murah, dan sangat efektif untuk mengurangi emisi yang diakibatkan dari proses gasifikasi,” tutup Nao. (Humas/HMP)

 

Lihat foto kegiatan di sini