3775
Hits

Dorong Kemandirian dan Peningkatan Ekonomi Kota Malang Melalui Teknologi Pertanian dan Kesehatan

BPPT melalui Balai Bioteknologi melaksanakan kegiatan Pelatihan Teknologi Perbanyakan Benih Tanaman ex-vitro di Kota Malang, Jawa Timur (06/11). Tujuan acara ini adalah guna mendorong kemandirian dan peningkatan ekonomi masyarakat Kota Malang, khususnya untuk ketahanan pangan dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

 

Teknologi ex-vitro adalah teknologi perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan bagian tanaman yang pertumbuhannya cepat (juvenile) dan menggunakan formula dan nutrisi tertentu dengan menggunakan bagian tanaman (eksplan) yang mempunyai fase pertumbuhan cepat. Teknik ini merupakan mesin fotocopy untuk mendapatkan benih tanaman yang mempunyai sifat sama dengan induknya.

 

Novandi Arisoni Koordinator Bagian Kerja Sama BPPT mengungkapkan BPPT terus berupaya untuk menghasilkan inovasi-inovasi yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang teknologi yang dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia, hal  ini tentunya tidak terlepas dari dukungan DPR khususnya Komisi VII DPR-RI sebagai mitra kerjasama baik dalam kebijakan program maupun penganggarannya.

 

Pada kesempatan ini dilakukan juga penandatanganan perjanjian kerja sama dan serah terima satu unit emergency ventilator dan satu paket rapid diagnostik test untuk Covid-19 RDT RI-GHA untuk menunjang penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Islam (Unisma).

 

Selain itu juga dilakukan penyerahan peralatan hidroponik, milk can, serta pelatihan perbanyakan tanaman secara ex-vitro untuk masyarakat Desa Pandansari Kota Malang dan penyerahan paket formulasi benih tanaman kopi dan jahe merah.

 

Emergency ventilator dan RDT RI GHA ini adalah beberapa karya BPPT bersama seluruh mitra yang tergabung dalam Task Force Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) yang dibuat dalam waktu sangat singkat untuk membantu penanganan Covid-19 dan telah memiliki ijin edar dari Kementerian Kesehatan sehingga dapat sepenuhnya digunakan di rumah sakit. 

 

Emergency ventilator dapat digunakan sebagai ventilator transport untuk pertolongan bantuan pernapasan sebelum menggunakan ventilator ICU, sedangkan RDT RI-GHA memiliki sensitifitas 98% dan spesifitasnya 96% melalui uji laboratorium terhadap orang Indonesia. Alat uji ini tergolong fleksibel karena mampu mendeteksi OTG, ODP, PDP, dan pasca infeksi dengan menggunakan sampel serum, plasma, atau whole blood, jelas Novandi. 

 

Novandi yang mewakili BPPT mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas dukungan penuh agar BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi dan inovasi dapat terus meningkatkan perannya dalam pembangunan nasional.

 

Sementara, di kesempatan yang sama Anggota Komisi VII DPR Rl Moreno Soeprapto mengatakan, bantuan alat penanganan Covid-19 yang diberikan ini merupakan hasil rekayasa atau inovasi BPPT yang sudah lolos uji coba dan sudah diproduksi massal oleh salah satu perusahaan untuk didistribusikan kepada masyarakat atau lembaga kesehatan

 

Setidaknya kita bisa memberikan solusi untuk kesehatan sekaligus penguatan ekonomi melalui BPPT, dengan menghasilkan ventilator dan rapid test karya anak bangsa kepada RSI Unisma. Penyaluran kebutuhan pertanian dan peternakan ini nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat di Kota Malang ini, imbuhnya.

 

Moreno menyebut, bahwa urban farming menjadi salah satu inovasi teknologi BPPT dibidang pertanian yang bisa dimanfaatkan saat ini. Selain mudah, praktik urban farming juga murah karena memanfaatkan lahan disekitar rumah. 

 

Dia berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan dukungan untuk Kota Malang dan sekitarnya. Semoga bisa berguna bagi masyarakat Kota Malang dan sekitarnya agar ke depan BPPT dapat menciptakan inovasi lagi. Ini langkah awal untuk inovasi yg lebih besar, tutupnya. (Humas BPPT)