4780
Hits

BPPT Dorong Kesiapan Teknologi LRT Karya Anak Bangsa

Administrator
18 Jan 2018
Layanan Info Publik
 
Dikatakan Kepala BPPT, Dr. Unggul Priyanto, yang turut dalam rangkaian Kunjungan Kerja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Menteri Perindustrian, guna Peninjauan Kesiapan LRT Jabodebek, di fasilitas PT INKA Madiun, bahwa pihaknya siap untuk mendorong agar industri dalam negeri yakni PT INKA, memiliki kesiapan teknologi dan mampu menjawab tantangan nasional untuk memproduksi kereta, sesuai kebutuhan nasional.
 
Pada kesempatan ini Kepala BPPT juga melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama PT Industri Kereta Api (Persero), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember tentang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Perkeretaapian.
 
Usai penandatanganan ini Kepala BPPT mengatakan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk melakukan pengkajian dan penerapan teknologi perkeretaapian di Indonesia dalam rangka menunjang pengembangan dan pembangunan industri perkeretaapian nasional.
 
“Kerjasama ini meliputi pengkajian dan penerapan teknologi di bidang teknologi perkeretaapian yang meliputi: Review, validasi, dan verifikasi desain, RAMS (reliability, availability, maintenance, and safety), Controlling project management, Pengawasan terhadap quality process dan bidang-bidang lain yang disusun dan disetujui bersama,” tuturnya.
 
 
Dukungan Teknologi Perkeretaapian
 
 
Lebih lanjut Direktur Pusat Teknologi Sarana dan Prasarana Transportasi BPPT, Rizqon Fajar mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kesiapan teknologi PT INKA. Yang meliputi program inovasi, audit, clearing house dan alih teknologi. Selain itu diperlukan pula program capacity building agar daya saing industri perkeretaapian, khusus nya PT INKA meningkat.
 
PT INKA juga telah memiliki fasilitas yang mumpuni untuk produksi kereta api, baik dari segi kapasitas maupun kualitas.  Sementara itu BPPT dikatakan Rizqon juga memiliki fasilitas uji,  software dan SDM yang mumpuni untuk meningkatkan daya saing PT INKA.
 
"Beberapa fasilitas BPPT tsb telah siap untuk mendorong produksi kereta untuk LRT karya anak bangsa. Semoga hal ini menjadi momentum dalam peningkatan kemandirian bangsa dalam hal industri kereta api," pungkasnya.
 
 
Dorongan Kebijakan TKDN
 

PT INKA sendiri telah ditunjuk untuk menyediakan Kereta LRT Jabodebek, seperti disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta PT INKA (Persero) untuk membangun armada kereta untuk Light Rail Transit (LRT).

Tujuan utamanya, menurut Menko Luhut adalah mengajak INKA untuk menambah produk lokal di transportasi umum tahap pertama tersebut.

"Kami ingin INKA bisa produksi local content, agar Indonesia bisa bikin sendiri," ujar Menko Luhut.

Menko juga menyebut kan bahwa pihak INKA telah siap mendukung proyek LRT. "Dari hasil tinjauan mereka sangat siap," kata Luhut.

Secara teknologi katanya, INKA masih membutuhkan bantuan untuk produksi armada LRT, namun hal itu tidak jadi penghalang, karena ada BPPT yang siap untuk mendukung dari aspek teknologi. 

Sebagai informasi nantinya kereta LRT dapat menampung 1308 penumpang dalam rangkaiannya. Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro juga menyampaikan apresiasi kepada BPPT telah membantu kesiapan LRT Jabodebek ini.

"Terima kasih kepada BPPT yang telah membantu kesiapan "otak" LRT, yakni dalam hal propulsi," tutupnya. (Humas/HMP)