2663
Hits

BPPT Dorong Produktivitas PPBT Lewat Grobogan Expo 2018

 

 

“Untuk mencapai hal tersebut, BPPT memberikan pendampingan dalam penerapan teknologi baru. Selanjutnya kita juga mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bergabung bersama Kita untuk menjadi Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT),” ujarnya memulai sambutan di depan 150 peserta Grobogan Expo 2018, Selasa (31/07).

 

Menurut Soni, hitungan kesuksesan dari technopark itu salah satunya adalah munculnya PPBT. Untuk TP Grobogan sendiri memiliki potensi daerah berupa komoditas padi, jagung, kedelai, dan singkong. Keempat produk inilah yang menjadi konsentrasi utama PPBT TP Grobogan.

 

“Saat ini TP Grobogan telah menumbuhkan sebanyak 39 PPBT dengan empat diantaranya berlokasi di tempat yang sama, dan sisanya tersebar di wilayah Grobogan,” urai Deputi TAB BPPT.

 

Lebih lanjut, Soni menyebutkan, Produk dari empat PPBT ini adalah bahan baku singkong atau tepung modified cassava flour (MOCAF), produk olahan mie jawa dari jagung dengan merek Mie Jowo Cap Arjuna, produk olahan makanan ringan berbentuk bola (seperti Chiki Balls –red) dengan merek ChikYas, dan yang terakhir merupakan produk olahan minuman susu kedelai.

 

“Selain membimbing dalam hal teknis, seperti penerapan inovasi teknologi dalam proses produksi, BPPT juga membimbing PPBT dalam hal manajerial. Seperti, pembuatan rencana bisinis, proposal bisnis, bekerjasama dengan pihak pendanaan seperti bank, kemasan yang menarik, hingga penetrasi pasar atau pemasarannya,” rincinya.

 

Soni mengambil contoh produk asli Grobogan yaitu Mie Tek-Tek yang diluncurkan dalam Grobogan Expo 2018. BPPT tidak membantu dalam hal teknis produksi, karena memang produknya telah siap masuk pasar. BPPT memberikan pendampingan kepada produk Mie Tek-Tek untuk mendapatkan merek dagang, serta strategi pemasarannya.

 

“Intinya kita siapkan semuanya, sampai PBBT mampu berjalan sendiri, syukur-syukur bisa scale-up dan mempunyai pabrik sendiri,” ujar Soni.

 

Dirinya menambahkan, Pemerintah Kabupaten Grobogan sangat mendukung program technopark yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Pemkab Grobogan sendiri telah banyak membantu baik dalam hal promosi PPBT hingga penyediaan fasilitas. Sejak didirkan pada tahun 2015 lalu, TP Grobogan sudah memiliki ruang inkubasi teknologi, serta dua gedung produksi yang saat ini digunakan untuk produksi Mie Jowo Cap Arjuna dan makanan ringan Chikyas yang produknya telah masuk pasar.

 

“Dalam kesempatan ini, Saya bersama Bupati Grobogan juga meletakkan batu pertama Gedung Utama TP Grobogan yang akan beroperasi pada tahun 2019 nanti. Rencananya akan berfungsi sebagai pusat inkubasi dan bisnis teknologi, serta ruang pemasaran bagi para PPBT binaan BPPT bersama Pemkab Grobogan.”

 

“Ini merupakan komitmen dari Pemkab Grobogan untuk terus mendukung berkembangnya Technopark Pangan di Grobogan,” Pungkas Soni.

 

Senada dengan Deputi TAB BPPT, Bupati Grobogan, Sri Sumarni, sangat mendukung keberadaan TP di daerahnya. Menurutnya kerja sama dengan BPPT yang telah terjalin ini sudah berjalan dengan baik, bahkan produk dari TP Grobogan, seperti tepung dan mie sudah mulai diterima pasar.

 

’’Techno Park sudah berjalan baik dan permintaan pasar makin meningkat. Namun, ada kendala pada alat yang dimiliki. Jadi, saya minta supaya alat-alat di dalam Techno Park ditambah agar dapat memenuhi permintaan pasar,” kata Bupati Grobogan.

 

Menurut Sri, pembinaan Techno Park sudah berjalan baik. Salah satunya kemunculan produk dari binaan, yakni Mi Tek Tek yang merupakan merek milik warga Grobogan. Dirinya berharap, potensi produksi bahan pangan di Grobogan terus meningkat dengan adanya Techno Park. Pasalnya, konsumen sudah mulai percaya dengan produk yang tidak menggunakan bahan pengawet dan kimia.

 

“Produk dari TP Grobogan ini sudah masuk ke kantor saya. Setiap ada kegiatan dan tamu yang datang ke Grobogan, pasti saya sajikan. Saya putar menunya, biar semua kebagian,” tutup Sri.

 

Sebagai informasi Technopark Pangan Grobogan sendiri terletak di Desa Dapurno Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, dan mempunyai areal seluas 6,7 ha. Saat ini TP Grobogan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah di bawah koordinasi Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Grobogan.

 

Dalam acara yang sama juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Teknologi Agroindustri BPPT dengan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kab. Grobogan mengenai inovasi pengembangan lokal. Selain itu juga diadakan serah terima aset barang milik negara dari BPPT ke Pemkab Grobogan. (HumasBPPT/HMP)