1303
Hits

BPPT GELAR KONFERENSI PERS STATUS TERKINI PELAKSANAAN TMC DALAM TANGGAP BENCANA BANJIR JAKARTA

Bahkan lebih lanjut menurut Fadly tidak hanya faktor itu saja yang menyebabkan terjadinya cuaca ekstrim di Jakarta. Madden-Julian Oscillation (MJO) yang mengarah dari barat Samudera Hindia meskipun belum memasukin wilayah Indonesia sudah menyebabkan meningkatkanya curah hujan. “Karena itu bisa dikatakan ancaman curah hujan tinggi masih besar di Jakarta beberapa pekan depan. Potensi banjir akan terjadi mulai pertengahan minggu ke-3 Pebruari hingga minggu ke-2 Maret 2013,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA), Ridwan Djamaluddin menegaskan memang sedang ada gangguan cuaca yang harus diatisipasi terutama oleh masyarakat DKI Jakarta. “Salah satu upaya yang dilakukan BPPT adalah dengan melakukan pemodelan cuaca sehingga dapat diketahui apa yang akan kita hadapi ke depan. Penting juga untuk mengamati kondisi  cuaca lokal, karena kondisi lokal inilah yang difokuskan untuk diintervensi oleh Tim Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan (UPT HB) BPPT dalam melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC),” jelasnya.

Mengenai TMC, Senior Scientist UPT HB BPPT, Mimin Karmini mengatakan bahwa dengan menggunakan bahan semai NaCl dan Agl, TMC diaplikasikan kepada uap air dan butir awan dengan tujuan untuk meredistribusi curah hujan baik secara spatial maupun temporal. “Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa TMC ditujukan untuk memindahkan awan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Untuk operasi TMC yang dilakukan di DKI Jakarta dalam upaya pengurangan resiko bencana banjir, kami berupaya memberikan perlakuan pada awan agar hujan yang turun tidak terlalu banyak dan dalam waktu singkat di wilayah Jakarta,” terangnya.

Pada kejadian hujan besar 6 Februari 2013 kemarin, Koordinator Pelaksanaan  Operasi TMC BPPT, Tri Handoko Seto mengatakan bahwa pada siang harinya operasi TMC sudah dilakukan sebanyak 4 sorti dengan membawa 11 ton bahan semai. Disamping juga dilakukan pembakaran 18 batang flare di 14 lokasi Ground Base Generator (GBG)  yang dioperasikan di 5 lokasi masing-masing selama 7 jam. “Operasi tersebut berhasil mencegah awan dari arah tenggara menjatuhkan hujan di Jakarta. Kalau sampai awan tersebut bergerak ke arah Jakarta dan menjatuhkan hujan disana, maka curah hujan yang terjadi akan lebih besar dari kondisi yang ada,” ungkapnya.

Untuk pelaksanaan TMC hari ini (8/2), Seto menjelaskan bahwa direncanakan akan dilakukan 3 sorti penerbangan dengan fokus penyemaian di sekitar Pantai Barat dan Barat Laut Pulau Jawa. “Kemudian menghadapi kemungkinan meningkatnya curah hujan pada pertengahan minggu ke-3 Pebruari hingga minggu ke-2 Maret, tim UPT HB akan berupaya menambah armada pesawat untuk operasi TMC. Saat ini kami mengoperasikan 1 pesawat Cassa dan 1 pesawat Hercules. Rencana akan ditambahkan 1 armada pesawat Cassa lagi dalam waktu dekat,” terangnya. (SRA/humas)