4636
Hits

BPPT Gelar Mediasi Paten HKI, Tingkatkan Invensi dan Inovasi Teknologi

Administrator
15 Jun 2016
Layanan Info Publik

Ditambahkan Poetro bahwa fungsi mediasi paten adalah untuk mempercepat paten agar menjadi lebih bermanfaat. “Mediasi ini adalah sebagai wadah komunikasi untuk menginformasikan isi dokumen paten atau klaim yang hendak disampaikan antara inventor dan examiner,” tambahnya.

 

Mengenai kemanfaatan sebuah Paten, Poetro menuturkan perlunya mindset dimana sebuah Paten saat ini, tidak cukup hanya granted akan tetapi harus bisa dipasarkan atau dapat diterapkan dalam industri. “Setelah aplikasi Paten tersebut memperoleh sertifikat dari Ditjen HKI, maka paten tersebut harus sudah dapat diterapkan dalam industri (sudah dikomersialisasikan),” jelasnya kepada peserta yang merupakan inventor atas sembilan paten BPPT yang berasal dari lingkungan unit kerja BPPT antara lain B2TKS, B2TP, PTM, PTIP, B2TMC, PTisda, dan PTSEIK.

 

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Pemeriksaan  Paten, Dirjen Paten Kementerian Hukum dan HAM  Mercy Marvel mengatakan agar kegiatan mediasi ini dapat menghasilkan suatu output yang sangat bermanfaat. “Tentang paten ini juga masuk  dalam Paket Kebijakan Ekonomi ke 13 yang diwujudkan oleh Presiden RI,” jelasnya.

 

Mercy menambahkan, sistem paten yang kita kembangkan semakin hari semakin kuat dengan dikeluarkannya  paket kebijakan ekonomi ke 13, didalam paket itu banyak permohonan baik UMKM, maupun dari Litbang. “Itu biayanya dipangkas terutama litbang pemerintah, perguruan tinggi, UMKM tetapi untuk umum tetap tidak dikurangi biayanya. Oleh karena itu karena BPPT, menurut Mercy termasuk kedalam litbang pemerintah maka kita harus mengoptimalkan paket ekonomi ke 13, ini merupakan insentif baru bagi para inventor, peneliti dan perekayasa agar tetap berkarya agar lebih produktif lagi dan lebih maksimal,” pungkasnya. (Humas/HMP)