6915
Hits

BPPT Pamer PUNA Wulung di Indo Defence 2014 Expo & Forum

 

"Teknologi merupakan suatu hal yang dapat meningkatkan ekonomi negara. Dan, salah satu yang perlu ditingkatkan adalah teknologi pertahanan yang di dalamnya juga membutuhkan infrastruktur, sumber daya manusia dan lain-lain. Untuk itu, industri pertahanan harus ditingkatkan agar dapat bermanfaat bagi sektor pertahanan dan keamanan (hankam) serta juga mampu dikonversi menjadi industri yang berguna bagi kemashalatan masyarakat," kata JK.


Menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Joko Purwono Kepala Program PUNA BPPT mengatakan pemanfaatan teknologi di Indonesia harus didukung oleh BPPT dalam hal penyediaan sumber daya manusia. "Kita tidak bisa lagi memakai pola konvesional, penguasaan teknologi harus dilakukan dengan cara teamwork," ujarnya.


Joko juga menyampaikan BPPT sudah melakukan riset di bidang hankam  selama dua tahun belakangan untuk mendukung Komite Kebijakan Industri Pertahanan  (KKIP). BPPT diikutsertakan dalam riset kapal perang, kapal selam, sistem persenjataan. Hasilnya memang masih berupa kajian, tapi terus dikejar untuk memproduksinya dengan mempelajari teknologi dari luar.


"Salah satunya adalah BPPT selalu meningkatkan riset dan pemanfaatan teknologi terkini untuk optimalisasi pemanfaatan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA)," kata Joko.


Pada pameran kali ini BPPT memamerkan PUNA Wulung, yakni sebuah pesawat nir awak yang berfungsi untuk melakukan pengamatan atau surveillance dari ketinggian 10.000 feet. Sekarang, status PUNA Wulung sudah dimanfaatkan oleh industri untuk dimanfaatkan oleh penggunanya, yaitu Kementerian Pertahanan.


PUNA Wulung mampu terbang selama empat  jam dengan jarak tempuh mencapai lebih 150 km dan mampu membawa payload 120 kg. "Kedepannya, PUNA Wulung diharapkan dapat terbang mencapai durasi enam jam. Jarak juga semakin jauh," tutup Joko. (tw/SYRA/Humas)