5612
Hits

BPPT: Perlu Kemandirian Dalam Teknologi Pengolahan Bahasa

 

Saat ini BPPT sedang melakukan penelitian untuk membangun dan meningkatkan kinerja sistem mesin penterjemah dan sistem text-to-speech. BPPT juga aktif di konsorsium penelitian bersama internasional seperti U-STAR, WordNet Asia, Asian Bahasa Treebank (ALT) dan lainnya, ungkapnya.

 

Untuk memacu pembangunan di bidang komputasi linguistik, BPPT dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah membentuk Asosiasi Peneliti dan Pengembang di Bidang Komputasi Linguistik disebut INACL. Asosiasi ini sekarang menjadi penyelenggara konferensi O-COCOSDA 2016, tutur Unggul.

 

Sementara disela acara tersebut, Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM Hammam Riza menuturkan acara ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua ilmuan dan peneliti untuk mempublikasikan hasil-hasilnya termasuk seluruh profesor yang ada diseluruh universitas di Asia dapat berkontribusi disini, karenanya kita memberikan kesempatan untuk lebih mendalami dan lebih menguatkan riset dibidang bahasa untuk kelanjutan peranannya BPPT menuju teknologi bahasa. Dalam melaksanakan teknologi bahasa, sudah kita lihat hasil produk inovasi yaitu Perisalah yang sekarang sudah memasuki proses komersialisasi melalui PT Inti, terang Hammam.

 

Menurutnya masih banyak lagi aplikasi inovasi yang perlu dihasilkan sehingga kita sebagai bangsa punya kemandirian dalam melakukan pengolahan Bahasa Indonesia.

 

Hammam berharap, Indonesia akan memegang peranan penting, khususnya untuk Indonesia, BPPT  harus bisa mendorong kelanjutan dari pada teknologi bahasa karena kita harus bersaing dengan negara-negara lain di Asia apalagi di ASEAN, tutup Hammam. (Humas/HMP)