3874
Hits

BPPT Raih Anugerah BPS Award 2018

 

Dijelaskan oleh Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT, Hammam Riza, penghargaan ini diterima sejalan dengan kerjasama BPPT dengan BPS, terkait penerapan metode Kerangka Sampel Area (KSA) pada pendataan statistik pertanian tanaman pangan.

 

"Inovasi Kerangka Sampel Area (KSA) ini merupakan bukti bahwa teknologi berperan penting dalam menunjang akurasi data statistik, yakni untuk mengetahui produktivitas padi nasional," tegasnya.

 

Deputi TPSA lalu menuturkan bahwa penerapan teknologi KSA ini menjadi pembuka jalan, untuk  kerjasama penggunaan teknologi BPPT untuk menambah akurasi data statistik pada berbagai aspek.

 

"Metode pengumpulan statistik, sangat bisa diungkit dengan menggunakan teknologi. Apalagi saat ini semua bidang sudah bertransformasi secara digital," paparnya.

 

Teknologi KSA

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah BPPT, Yudi Anantasena, menjelaskan bahwa Kerangka Sampel Area (KSA) ini  berbeda dengan metode lainnya.

 

"KSA bukan hanya dengan remote sensing dan satelit saja. Tapi juga menggunakan statistik. Jadi lebih akurat lagi," terangnya.

 

Metode KSA ini tambahnya, digunakan untuk mengukur luasan panen. Setelah itu akan diketahui juga tingkat produktivitas padi secara nasional. Ditambahkannya, metode ini rencananya segera dirilis tahun ini. 

 

"BPPT bekerjasama dengan BPS, sudah menguji teknologi ini secara nasional. Hampir 200ribu titik nasional dengan hasil yang terbilang akurat," katanya.  

 

Sebagai informasi, BPS Award 2018 ini juga diberikan kepada Kementerian Keuangan untuk kategori Kementerian dan kepada PT KAI untuk kategori perusahaan. (Humas/HMP)