6146
Hits

BPPT Tampilkan Inovasi Pangan Lokal Sehat Untuk Indonesia di Pesta Rakyat Jateng

 

Inovasi BPPT kata Eniya tak hanya mie jagung. Pangan pengganti beras berbahan baku ketela dan jagung, kata Eniya, terus diupayakan pihaknya agar menjadi salah satu pilihan makanan pokok. "Jika pangan pengganti beras sudah dikenal dan di konsumsi masyarakat, maka bentuk makanan pokok akan lebih bervariasi. Hal inilah yang diharapkan dapat mendukung upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional,”ungkapnya.

 

Inovasi pangan sehat seperti mie jagung dan beras ketela jagung (Rasteja atau beras analog), tutur Profesor asli Magelang ini juga memiliki nilai gizi tinggi dan lebih sehat.

 

"Indeks glikemik nya rendah. Baik untuk dikonsumsi agar terhindar dari penyakit diabetes. Baik juga untuk yang ingin diet agar tidak gemuk," ungkapnya.

 

Pada acara inipun Eniya dan Gubernur Ganjar bersama Walikota Magelang Sigit Widyonindito, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Direktur  Rumah Sakit Islam (RSI) Kota Magelang Pamungkas Hary Suharso dan Ketua PMI Kota Magelang Sukardi menandatangani Deklarasi "Pangan Lokal Menuju Indonesia Sehat".

 

Deklarasi ini, jelas Eniya merupakan komitmen kuat untuk menggalang peningkatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

 

"Kami berharap, deklarasi ini mampu mewujudkan budaya konsumsi pangan lokal yang sehat di masyarakat. Ayo kita mulai biasakan konsumsi pangan lokal," ajaknya kepada masyarakat.

 

Sebagai informasi, deklarasi ini juga berisi upaya untuk menggerakkan dan mengoptimalkan peran masyarakat dalam "Gerakan Sedina Mangan Jagung" dengan mengkonsumsi pangan olahan berbasis jagung yang diproduksi kelompok tani, kelompok masyarakat dan kelompok usaha kecil dan mikro atau lainnya di wilayah Kota Magelang dan Kabupaten Grobogan sebagai pangan alternatif pengganti beras atau terigu.

 

Pada acara ini juga BPPT mendapatkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), atas prakarsa Mie Jagung dengan varian warna alami terbanyak. (Humas/HMP)