4429
Hits

BPPT Siapkan CPNS 2013 Untuk Menjadi Aktor Pembangunan Bangsa

Administrator
03 Mar 2014
Layanan Info Publik

 

Pada kesempatan ini Marzan juga menuturkan bahwa saat ini Indonesia dikenal menjadi salah satu negara produsen  kelapa sawit, kakao, kopi, karet, batubara, nikel, tembaga, dan lainnya, yang terbesar di dunia. Tapi, jika dilihat lagi, semua sumber daya alam itu masih di ekspor dalam bentuk mentah.  "Kondisi  inilah yang menjadi salah satu faktor penghambat yang dominan dari perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, kita harus bekerja keras untuk bisa mengubah produk mentah itu menjadi barang setengah jadi, barang jadi, dan produk final. Untuk bisa mengubah itu diperlukan peran perekayasa. Masa depan bangsa ini akan sangat bergantung kepada para perekayasa, khususnya pada CPNS yang diterima oleh BPPT,"  ungkap Marzan.

Marzan juga menyampaikan, semua pimpinan di BPPT saat ini sedang mempersiapkan kader-kader yang mumpuni dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), khususnya di bidang teknologi yang dinaungi oleh BPPT. Kami berharap para CPNS-CPNS BPPT dapat fokus belajar dan bekerja untuk terus meningkatkan kemampuannya. "BPPT menyediakan semua fasilitasnya untuk dapat membuat para CPNS BPPT menjadi seorang ahli dan memiliki kemampuan yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Mudah-mudahan momentum penerimaan CPNS ini bisa menjadikan BPPT semakin maju dan berkembang. Saya juga berharap semua CPNS ini  dapat lulus menjadi PNS dan menjadi pemimpin di masa depan," ujar Marzan.

Sementara, Kepala Biro Sumberdaya Manusia dan Organisasi BPPT, Suratna, mengatakan jumlah pelamar yang berminat menjadi CPNS BPPT sebanyak 18.470 orang dan yang berhasil lolos menjadi CPNS BPPT pada tahun anggaran 2013 ini sebanyak 246 orang. Namun, karena ada beberapa yang mundur, total CPNS BPPT menjadi 235.

"Para CPNS BPPT tahun anggaran 2013 ini berasal dari 15 universitas negeri dan swasta, serta terdiri dari 20 bidang ilmu pengetahuan. Keragaman ilmu ini yang diharapkan dapat semakin mengembangkan BPPT di masa depan," kata Suratna. (tw/SYRA/Humas)