5727
Hits

BPPT Terima SK Menteri KKP Tentang Pelepasan Ikan Nila Salina

 

Ikan Nila SALINA sebagai hasil perekayasaan dan inovasi teknologi BPPT tentu dibutuhkan masyarakat dengan berbagai keunggulannya.  “Ikan ini memiliki keuggulan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal pada salinitas 20-25 ppt, Food Convertion Ratio (FCR) yang rendah dan tahan terhadap serangan bakteri Streptococcus agalactiae. Pengamatan histologi menunjukkan organ reproduksi pada  Ikan Nila SALINA tidak berkembang secara sempurna sehingga proses reproduksi dapat dihindari, dan sebagian besar energi yang masuk dari pakan dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan,” terang Ketua tim perekayasaan Ikan Nila SALINA BPPT, Ratu Siti Aliah di BPPT, Jakarta (8/5)

Ikan Nila SALINA, dikembangkan BPPT untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mengoptimalkan lahan tambak idle Indonesia yang luasnya mencapai 30-50 % dari 1,2 juta ha. “Ikan Nila SALINA ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan diproduksi secara massal untuk mengisi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan tambak idle di wilayah pesisir Indonesia, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya selain udang dan bandeng, dan diharapkan juga dapat mendorong peningkatan produksi ikan nasional,” imbuhnya.

Mengenai riset Ikan Nila ini, Ratu menyebutkan bahwa Ikan Nila SALINA (Saline Indonesian Tilapia), merupakan benih Ikan Nila hibrida toleran salinitas tinggi hasil penerapan teknologi “diallel crossing” atau “persilangan resiprokal” terhadap 5 varietas Ikan Nila. Selain ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, terusnya, Ikan Nila ini dapat menjadi sebuah solusi dalam mengantisipasi terjadinya perubahan lingkungan akibat perubahan iklim dan pemanasan global naiknya muka laut ke perairan tambak di wilayah pesisir dan menambah semakin luasnya lahan perairan tambak dengan salinitas tinggi. 

Sementara, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan-KKP, Achmad Poernomo pada acara tersebut menyampaikan bahwa Perolehan Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pelepasan Ikan Nila SALINA merupakan capaian dari kegiataan perekayasaan Ikan Nila SALINA yang dilakukan oleh Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP-TAB). “Dengan diterimanya SK ini, pemanfaatan dan diseminasi  Ikan Nila SALINA sebagai benih sebar untuk pengembangan usaha dan industri budidaya tambak ikan nila di masyarakat, semoga berjalan cepat dan penyediaan serta penyebarannya dapat diawasi,” harapnya.

Sebagai informasi acara FITA diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan tema “Inovasi Teknologi Akuakultur dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Peningkatan Daya Saing”. (tab/SYRA/Humas)