1603
Hits

BPPT Usulkan Indonesia Perlu Membangun Ekosistem Inovasi di Bidang Smart Energi

Administrator
02 Oct 2020
Layanan Info Publik

 

“Indonesia perlu membangun ekosistem inovasi di bidang smart energi dalam percepatan pembangunan smart city dengan memanfaatkan  energi baru terbarukan” ujar Kepala BPPT Hammam Riza, saat berbincang dalam PODCAST yang dilaksanakan oleh Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) di Jakarta (10/02).

 

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya energi terbarukan, untuk itu BPPT mengembangkan teknologi smart grid sebuah jaringan energi teknologi digital guna memenuhi kebutuhan energi listrik disegala aspek salah satunya, transportasi.

 

Saat ini teknologi smart grid, juga digunakan untuk memantau, mengelola transportasi listrik hingga mensuplai listrik ke charging station yang dikembangkan BPPT.

 

Charging Station yang dikembangkan BPPT merupakan bentuk dukungan terhadap Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai, yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Saat ini terdapat 2 jenis Fast Charging Station yang dikembangkan BPPT diantaranya kapasitas 50 kW yang ditempatkan di BPPT Thamrin Jakarta dan kapasitas 20 kW di Puspiptek, yang mampu mengisi daya hanya dalam waktu 30 menit.

 

Hammam, menyebut guna mendukung pertumbuhan e-mobility perlu kerja sama berbagai pihak sebagai salah satu solusi pencapaian teknologi untuk energi alternatif yang ramah lingkungan dan mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke mobil listrik berbasis baterai.

 

 “Kita harus bangun ekosistem inovasi kelistrikan, sudah saatnya Indonesia menjadi leading dan tidak lagi melakukan impor dengan melakukan Perekayasaan, Kliring, Audit Teknologi, hingga Komersialisasi, agar mencapai TKDN 20%.” pungkasnya. (Humas BPPT)