1119
Hits

BRIN Paparkan 5 Bidang Fokus Kesehatan dan Pangan Dalam GRIn 2021.

Berbicara mengenai pangan dan kesehatan, erat kaitannya dengan ketahanan dan kedaulatan. Dampak pandemi yang melanda sejak tahun lalu hingga sekarang memberikan pelajaran yang berarti bagi Indonesia, betapa kedaulatan baik pangan dan kesehatan menjadi hal yang sangat strategis dan penting untuk diperjuangkan.

 

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko kala membuka Gelar Riset dan Inovasi Nasional (GRIn 2021) Bidang Kesehatan dan Pangan, Selasa (30/11), mengatakan negara kita secara kompetensi dan kapasitas belum mampu menghasilkan vaksin dari awal.

 

“Meskipun Indonesia merupakan salah satu produsen vaksin terbesar di dunia, tetapi formulanya masih bersumber dari berbagai negara lain. Begitu juga dengan bahan baku obat, pengembangan obat, hingga alat kesehatan di Indonesia hampir sepenuhnya bergantung pada impor.” terang Handoko

 

Dirinya mengatakan hal ini menjadi perhatian utama di BRIN, termasuk dengan bidang pangan. Bagaimana bisa meningkatkan kapasitas dan kompetensi untuk menciptakan invensi serta inovasi terkait produk kesehatan dan pangan yang mampu meningkatkan kedaulatan Indonesia.

 

Di bidang kesehatan, BRIN masih berfokus pada riset kesehatan penanganan Covid-19 yang belum juga berakhir. Fokus ini dibagi dalam tiga hal, pertama yakni terkait pengembangan vaksin (scratch) secara mandiri. Kedua, pengembangan alat deteksi non-PCR, karena deteksi menjadi salah satu instrumen yang paling strategis untuk melakukan pencegahan secara masif. Ketiga, surveillance yang berbasis pada whole genome sequence, hal ini sebelumnya telah dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan BRIN Kawasan Cibinong.

 

“Ketiga fokus itu akan menjadi fokus hingga tahun depan. Harapannya, kita mampu mengembangkan vaksin berkategori CPOB (cara pembuatan obat yang baik), sehingga dapat diserahkan kepada industri farmasi untuk diproduksi secara massal sepanjang tahun 2022,” terang Handoko.

 

BRIN, ujar Handoko, juga menyiapkan dua infrastruktur utama yang terkait dengan vaksin, yaitu fasilitas pengujian praklinis dengan hewan coba makaka (sejenis monyet dari famili Cercopithecidae) dan fasilitas produksi vaksin terbatas berstandar CPOB. Untuk fasilitas pertama telah memiliki sertifikat animal biosafety level-3 yang di negara kita masih cukup terbatas keberadaannya.

 

Infrastruktur kedua, fasilitas produksi vaksin terbatas berstandar CPOB, didirikan untuk mendukung para periset BRIN serta mitra industri agar bisa melakukan produksi vaksin terbatas.

 

“Vaksin yang dihasilkan periset BRIN maupun universitas dapat diujicobakan dalam bentuk uji praklinis baik menggunakan hewan mencit atau makaka. Jika berjalan lancar dapat masuk ke fase 1, 2, dan 3 hingga uji klinis kepada manusia,” ujar Handoko.

 

Terkait dengan pangan, Handoko mengatakan, BRIN fokus pada teknologi pengemasan makanan, khususnya makanan olahan lokal, serta diversifikasi produk pangan dari bahan alam lokal. Kedua hal ini masih menjadi fokus, sembari menunggu integrasi pengembangan berbagai bibit unggul dan budidaya tanaman lokal secara masif.

 

“Terintegrasinya bidang tersebut akan memperkuat riset di bidang pangan, bahkan mampu menghasilkan riset dari hulu hingga hilir, sehingga bisa menaikkan nilai jual komoditas. Tidak lagi menjual barang mentah tapi dijadikan sebagai produk jadi unggulan. Ini yang dimaksud dengan diversifikasi produk,” tegasnya.

 

Lebih lanjut yang harus dipikirkan adalah teknologi pengemasannya, sehingga produk pangan khas Indonesia bisa diekspor ke berbagai negara.

 

“Teknologi ini memungkinan untuk mengirimkan berbagai tanaman lokal, buah-buahan, dan rempah-rempah ke negara tujuan ekspor, serta mampu memberikan nilai tambah ekonomi secara riil dalam waktu dekat,” pungkas Kepala BRIN.

 

Di kesempatan yang sama, Plt. Kepala OR PPT BRIN Dadan M. Nurjaman mengungkapkan bahwa BRIN terus berkomitmen dan memperkuat perannya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas riset dan inovasi bidang kesehatan dan pangan menuju Indonesia yang tangguh dan mandiri.

 

“Melalui GRIn 2021, OR PPT akan terus berkarya, melakukan riset dan inovasi, menyampaikan sosialisasi, memperkuat networking dan komunikasi intens dengan mitra industri guna mempercepat pemanfaatan dan hilirisasi hasil-hasil riset dan inovasi yang telah dilakukan,” jelasnya.

 

Tentang GRIn 2021

 

Sebagai upaya memperkenalkan produk riset dan inovasi tersebut kepada masyarakat luas, BRIN melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR  PPT) menyelenggarakan Gelar Riset dan Inovasi Bidang Pangan dan Kesehatan (GRIn) 2021 dengan mengangkat tema “Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Riset dan Inovasi Bidang Kesehatan dan Pangan untuk Memperkuat Daya Saing dan Kemandirian Bangsa”. Gelaran ini sendiri mempunyai tujuan untuk:

 

  1. Menyampaikan hasil riset dan inovasi bidang kesehatan dan pangan dalam upaya sosialisasi, penyampaian dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat luas.  

  2. Mendapatkan tanggapan dan masukan dari mitra untuk percepatan penguatan dan hilirisasi hasil inovasi bidang kesehatan dan pangan yang telah dilakukan.

  3. Memperkuat jejaring dan ekosistem inovasi untuk meningkatkan kualitas dan percepatan hilirisasi produk riset dan inovasi di bidang kesehatan dan pangan.

  4. Memperkuat peran kompetensi bidang kesehatan dan pangan OR PPT BRIN dalam mengisi dan memperkuat pembangunan bidang kesehatan dan pangan menuju kemandirian nasional. 

 

Acara GRIn 2021, rencananya akan diselenggarakan pada 30 November - 1 Desember 2021, akan diisi dengan dialog interaktif untuk membahas permasalahan nasional  bidang kesehatan dan pangan  dan upaya mendorong pemanfaatan hasil-hasil inovasi. 

 

Beberapa produk inovasi yang telah dihasilkan adalah RDT antigen Covid-19, Antibody monoclonal SarCOV-2, Kit antibody netralisasi, Suplemen Stamilic, Whole Beta, Biskuneo NG, Beras terfortifikasi dan pangan cegah stunting Purula.

 

Selain itu acara ini juga akan diisi dengan seminar ilmiah hasil-hasil riset bidang kesehatan dan pangan yang telah dan sedang dilakukan oleh OR PPT bersama dengan mitra.

 

Topik topik seminar ilmiah yang dipaparkan meliputi upaya menuju kemandirian produk inovasi bidang kesehatan, inovasi terkait deteksi dan pengujian Covid-19, inovasi alat kesehatan, bahan baku obat serta biofarmasi. Dihari kedua acara juga akan ada paparan yang meliputi upaya menuju Indonesia mandiri pangan, kemudian juga akan ada pembahasan mengenai obat herbal dan bahan bakunya, serta akan ada juga pembahasan terkait pangan dan suplemen kesehatan. (BRIN - SAS)