7426
Hits

CROP CIRCLE SLEMAN: KEMUNGKINAN BESAR REKAYASA MANUSIA

Kemungkinan besar crop circle di Sleman merupakan hasil rekayasa manusia. Dilihat berdasarkan ukuran diameternya yang hanya sekitar 70 meter, masih dapat dijangkau dengan kecepatan dilakukan semalam dan dikerjakan oleh beberapa orang, kata Kepala Bidang Teknologi Hankam Matra Udara, Pusat Teknologi Industri Hankam BPPT, Mohamad Dahsyat, saat diminta pendapatnya mengenai fenomena tersebut (25/1)

Selain itu, lanjutnya, crop circle tersebut berbentuk sederhana dengan motifnya yang berbasis lingkaran, tentunya dapat dibuat mudah dengan menggunakan peralatan sederhana seperti tali dan papan.

Dengan munculnya berbagai pertanyaan, kata Dahsyat, BPPT sebagai lembaga penelitian mempunyai tanggung jawab untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang menjadi misteri, secara ilmiah dan logis.

Pertanyaan-pertanyaan misteri seperti bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Seberapa cepat prosesnya? Apakah betul itu faktor alam atau buatan manusia? Semuanya akan dapat diketahui dengan mencari data lapangan yang komprehensif dan akurat, tuturnya.

Langkah selanjutnya, menurut Dahsyat memang dibutuhkan adanya penjelasan. Oleh karena itu, minimal dibutuhkan sampel tumbuhan yang diambil untuk diteliti di laboratorium. Kemudian dilakukan pemeriksaan-pemerikasaan sesuai dengan kaedah-kaedah keilmuan.

Crop circle di Sleman bukan kali pertama terjadi di Indonesia, sebelumnya pernah terjadi di Tuban sekitar tahun 1986-1987. Dengan demikian BPPT berharap kedepannya, apabila nantinya terjadi kembali crop circle diharapkan pada masyarakat untuk tidak mendekat dan menjaga keutuhan dan kemurnian area, sehingga dapat dilakukan penelitian dan dapat diketahui segera penyebabnya secara mekanis atau non mekanis, jelasnya. (KYRA/humas)