1801
Hits

Deteksi Keberadaan Mutasi SARS-CoV-2 Dengan Memanfaatkan NGS Dalam Genomic Surveillance

 

Covid-19 adalah masalah global yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Potensi transmisi virus lintas negara pun masih sangat tinggi, termasuk potensi muncul dan menyebarnya varian baru.

 

Herd immunity menjadi target yang akan dicapai, namun herd immunity tidak bisa dicapai Indonesia sendirian akan tetapi harus bersama-sama negara lain, seluruh masyarakat global. Karena SarCov-2 telah menyebar di seluruh dunia telah menjadi pandemi, sehingga tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri oleh tiap negara, kata Kepala BPPT Hammam Riza di acara webinar Pemanfaatan Next Generation Sequencing dengan tema Pemanfaatan NGS Dalam Genomic Surveillance Untuk Mendeteksi Keberadaan Mutasi Pada SARS-CoV-2 serta Penyebaran dan Dampaknya Terhadap Perubahan Epidemiologi, Etiologi dan Patofisiologi (03/06).

 

Karenanya upaya penanganan dan pemantauan Covid-19 terus berkembang, seiring dengan penemuan-penemuan terkini tentang terjadinya mutasi virus ini. Menurut Hammam, SARS-CoV-2 merupakan virus RNA yang memiliki laju mutasi tinggi yang dapat menyebabkan variasi patogenesis dan virulensinya (kemampuan untuk menginfeksi).

 

Sehingga pemahaman dan upaya untuk mengenali mutasi atau munculnya varian ini sangat diperlukan, untuk prediksi transmisi infeksi virus, proteksi imunitas dan pengembangan vaksin baru.

 

Lebih lanjut dikatakan Hammam, Ia sangat mendukung upaya-upaya untuk melakukan genom surveillance Covid-19 sebagai bagian dari penguatan kesiapan dan kemampuan nasional dalam mengikuti, memonitor penyebaran, mendata, menganalisis sequen gen, memprediksi serta memitigasi potensi resiko penyebaran yang lebih luas.

 

Jika ingin memetakan keseluruhan dari varian virus ini maka perlu upaya guna mengenali melalui pattern recognition disertai dengan kemampuan intelligence yang basisnya bisa deep learning atau supervised learning. “Ini merupakan upaya kita memanfaatkan lintas ilmu, lintas bidang dalam upaya menghasilkan terobosan besar dalam kontruksi sebuah platform kolaboratif interdisiplin yang dapat memainkan peran strategis untuk berbagai hal”, ujarnya.

 

Secara khusus dalam data sains adalah bagaimana upaya AI dan big data dapat dimanfaatkan untuk clinical dan genomic diagnostic, ini merupakan tantangan dalam mengakselerasi genomics surveillance dengan bergai terobosan teknologi

 

Kedepan nantinya, riset genom nasional kita akan memiliki kemampuan big data dan supercomputing untuk dapat melaksanakan proses penggalangan data monitoring, mitigasi dan menghasilkan rekomendasi dan aksi strategis yang akan mendrong munculnya inovasi produk penanganan Covid-19 dan membangkitkan kemandirian nasional dibidang kesehatan.

 

Hammam berharap dengan adanya kebersamaan dalam genomics surveilance maka penguatan insfrastruktur, kapasitas SDM bisa didorong dan pada akhirnya konsorsium genomics menjadi model ekosistem data kesehatan nasional ini akan ikut terbangun melalui aksi-aksi yang ada. (Humas BPPT)