3941
Hits

Di Hadapan Wakil Presiden, Kepala BPPT:  BPPT Mampu Tingkatkan Pemanfaatan Energi Panas Bumi Nasional

 

Kegiatan akbar yang menjadi agenda tahunan ini dimaksudkan untuk menyusun berbagai langkah dan tindakan konkret Kemenristekdikti dalam menuntaskanprogram/kegiatan prioritas di tahun 2016 serta menyiapkan rancangan kebijakan dan program tahun 2017 sebagai bahan Musyawarah Perencaanan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2016, meliputi peningkatan kualitas pembelajaran, reformasi LPNK, peningkatan kualitas SDM, pengembangan pusat ungulan inovasi dan Science & Technology Park, peningkatan sarana dan prasarana, serta hilirisasi produk inovasi. Demikian yang disampaikan Menristekdikti, M.Nasir saat memberikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di hadapan ratusan peserta Rakernas 2016.

 

Sebagai rangkaian Rakernas ini juga diadakan Pameran Inovasi terkait capaian Lembaga Litbang dan Perguruan Tinggi. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada kesempatan ini menampilkan karya teknologi di Bidang Hankam, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Energi Terbarukan, Pangan, Transportasi dan lainnya.

 

Wapres RI yang menyambangi salah satu benda pamer BPPT pada stand energi terbarukan menyatakan bahwa saat ini energi terbarukan diperlukan dalam rangka mendukung program nasional. Kepala BPPT Unggul Priyanto kemudian menjelaskan mengenai kaji terap Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi 3 MW yang tengah dilakukan jajarannya. “Program ini memang masih berskala 3 MW, namun kami juga sanggup untuk meningkatkan skala pembangkit energi terbarukan panas bumi diatas 3 MW,” pungkas Unggul.

 

Sementara, Menristek Dikti Muhammad Nasir mengatakan kegiatan akbar ini menjadi agenda agenda tahunan Kemenristek Dikti. Tujuannya untuk menyusun berbagai langkah dan tindakan konkret Kemenristekdikti dalam menuntaskan program/kegiatan prioritas ditahun 2016 serta menyiapkan rancangan kebijakan dan program tahun 2017 sebagai bahan Musrenbangnas 2016.

 

Meliputi peningkatan kualitas pembelajaran, reformasi LPNK, peningkatan kualitas SDM, pengembangan pusat unggulan inovasi dan science & technologi park, peningkatan sarana dan prasarana serta hilirisasi produk inovasi.

 

“Secara khusus penyelenggaraan Rakernas diharapkan dapat membangun sinergi antara para pemangku kepentingan Kemenristekdikti dalam membangun daya saing bangsa.,” papar Nasir Senin (1/2).

 

Sinergi tersebut akan diwujudkan dalam cetak biru Sinergi Lembaga Litbang, pendidikan tinggi dan industri dan cetak biru pengembangan Ristek dan Dikti.

 

 

Melalui Rakernas ini pula Nasir berharap dapat dilakukan identifikasi strategi dan praktek terbaik dalam pengelolaan Perguruan Tinggi dan lembaga Litbang agar perguruan tinggi dan lembaga litbang menjadi semakin bermutu. (Humas/HMP)