8759
Hits

DIFUSI TEKNOLOGI SIDAT UNTUK PEMBERDAYAAN POTENSI DAERAH

Lebih lanjut Ia mengatakan, ikan sidat diharapkan dapat menjadi alternatif mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. ‚Jika melihat potensi pasar yang sebagian besar adalah untuk di ekspor, tentunya ikan sidat ini adalah salah satu komoditi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Apabila dapat dimanfaatkan, akan berguna sekali untuk masyarakat. Diharapkan selain kepiting, sidat juga akan menjadi salah satu ikon dari Cilacap‚.

‚Bersama dengan tim BPPT lainnya, kami mencoba untuk mentransfer pengetahuan yang telah didapat, untuk dikembalikan kepada masyarakat agar bisa dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan bersama. Hal ini sesuai dengan peran BPPT dalam melakukan difusi teknologi, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat‚, kata Kepala Bidang Teknologi Pengelolaan Bentang lahan dan Badan Air BPPT, Dewi Abad Tiwi.

Berbicara mengenai ikan sidat, perekayasa BPPT Odilia Rovara dalam paparannya mengenai pengenalan ikan sidat mengatakan bahwa kegiatan riset ini telah dilakukan sejak tahun 1980. ‚Bersama dengan beberapa perguruan tinggi, LIPI, DKP dan Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi, kami mencoba melakukan eksperimen kearah aplikasi teknik akuakultur‚.

Selain itu, dilakukan pula paparan mengenai Prospek Pasar Usaha Budidaya Sidat oleh perekayasa BPPT, Iwan Eka S, dan Pelaksanaan Difusi Alih Teknologi Benih Ikan Sidat oleh Dedy Yaniharto.

Tampak hadir dalam acara, perwakilan Bappeda Kota Cilacap, DKP, serta pihak industri yang berada di lingkungan Kota Cilacap seperti dari PT Holcim dan Pertamina UP IV. Direncanakan, akan dilakukan pula kunjungan ke daerah Panikel, Kampung laut, yang nantinya akan menjadi daerah dilakukannya budidaya sidat. (YRA/humas)