5191
Hits

DME SIAP GANTIKAN PENGGUNAAN LPG

 

Indonesia menurut Marzan memiliki sumberdaya energi yang sangat beragam dengan jumlah yang melimpah untuk dikembangkan sebagai bahan bakar terbarukan. Oleh karena itu, semestinya bukan hal yang sulit untuk memperbesar pangsa pasokan energi terbarukan dalam lingkup energi nasional.

“Di masa mendatang, ada dua isu utama yang terkait dengan produksi energi yaitu bahan bakar bersih dan efisiensi yang lebih tinggi dalam proses konversi. Karena itu, dalam hal ini, teknologi memegang peran penting dalam keberhasilan pengembangan bahan bakar alternative,” jelasnya.

BPPT dalam beberapa tahun terakhir menurutnya juga telah mengembangkan produksi bahan bakar alternatif, terutama yang difokuskan pada bahan bakar nabati (BBN), bahan bakar sintetis dari batubara cair, Compressed Natural Gas (CNG) dan DME.

Sementara itu, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material, Unggul Priyanto dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa DME sejatinya dapat diproduksi dari sumber bahan baku yang beragam, mencakup gas alam, biomassa dan batubara. Penggunaan DME  pun dinilainya merupakan bahan bakar ramah lingkungan. “Potensi pasar DME sangat besar, sehingga memungkinkan terciptanya industri dalam rantai suplainya. Permasalahannya saat ini adalah DME menghadapi beberapa masalah global yang mencakup antara lain tingkat keekonomian yang kompetitif dalam pasar bahan bakar, kemitraan strategis di antara industri terkait, dan diterbitkannya standar mengenai DME. Dimana saat ini produksi DME masih dipimpin oleh negara-negara di wilayah Asia seperti Jepang, Cina, Korea dan Iran,” jelas Unggul.

BPPT pun sebutnya telah melakukan kajian kelayakan dalam pemanfaatan DME sebagai pengganti LPG di sektor rumah tangga dan transportasi di Indonesia. Saat ini konsumsi LPG domestik mencapai sekitar 47,2 juta Barrel Oil Equivalent (BOE).

Dalam kurun waktu 17 tahun mendatang, terangnya, konsumsi LPG diprediksi akan tumbuh dengan kecepatan rata-rata 4 persen per tahun, lebih tinggi dari pertumbuhan produksi LPG sebesar 2,6 persen per tahun. “Hal tersebut yang mengindikasikan bahwa di masa mendatang, suplai LPG harus didukung dari impor. Disinilah, DME muncul sebagai salah satu opsi pengganti LPG,”  harapnya. (SYRA/humas)