818
Hits

Dorong Energi Bersih, BPPT – Pertamina Lakukan Komisioning SPKLU

Pemerintah RI tengah mempercepat era elektrifikasi kendaraan bermotor untuk dijadikan transportasi jalan guna menekan produksi polusi emisi serta impor bahan bakar minyak (BBM). Sejalan dengan pemerintah, BPPT bersama dengan Pertamina melakukan Komisioning Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Kerjasama Studi Operasional BPPT - PT Pertamina (Persero) yang berlokasi di SPBU Pertamina Lenteng Agung dan SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta (3/03).

 

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga yang melayani pengisian daya baterai mobil listrik atau tepatnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

SPKLU yang berada di SPBU Lenteng Agung ini merupakan stasiun pengisian daya fast charging guna mendukung pengisian daya yang dilengkapi beberapa tipe gun seperti 43 kW AC type 2, 50 kW DC CCS (Europe Standart) dan 50 kW CHAdeMO (Japanese Standart) yang bisa digunakan pada saat bersamaan.

 

Dengan begitu, pelanggan tidak perlu menunggu terlalu lama selama masa pengisian. Lokasi SPBU Lenteng Agung dan MT Haryoni pun dipilih selain wilayah yang potensial juga dilengkapi dengan restoran dan kedai kopi yang bisa digunakan sebagai tempat tunggu pelanggan.

 

Dalam sambutannya, Kepala Program CS B2TKE Mohamad M Sarinanto  menyampaikan bahwa BPPT siap mensuport terkait teknis dan rekemondasi teknis serta bisnis model.

 

Lebih lanjut Ia menyebut, SPKLU ini diharapkan bisa menjadi sebuah model dan masukan bagi pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia seperti yang diamanatkan dalam Perpres No 55 Tahun 2019 tentang program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.

 

Selain itu, diharapkan juga dapat bermanfaat bagi Indonesia dalam menghadapi era  mengurangi ketergantungan pada BBM. Bagi Pertamina menurutnya, ini merupakan tantangan baru bagaimana model SPKLU dapat dipadukan dengan energi terbarukan.

 

Semoga ini menjadi awal bagus, BPPT siap melakukan pendampingan sesuai dengan perannya. “Bagi kami penerapan teknologi harus diimbangi dengan pertimbangan yang cukup baik sehingga berdampak positif bagi Indonesia”, pungkasnya.    

 

Sementara Vice President RTC Pertamina Ary Kurniawan menyebut kegiatan ini sesuai dengan arahan Presiden untuk bisa memaksimalkan aset-aset yang ada di BUMN guna mengembangkan energi ekosistem di Indonesia.

 

Lebih lanjut dikatakannya, ini juga sesuai dengan arahan Direktur Pertamina agar Pertamina mulai menjalankan model bisnis terbaru terkait dengan transisi energi di Indonesia supaya Pertamina tetap bisa memberikan sumbangsih energi untuk kebutuhan nasional.

 

Ia berharap SPKLU ini bisa menjadi ruang Pertamina dalam mengembangkan bisnis, tentunya kami masih perlu bekerjasama dengan BPPT dalam pengembangannya. Semoga kita bisa mengembangkan SPKLU yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, ujarnya. (Humas BPPT)