7239
Hits

e-II: MEMBANGUN EKOSISTEM BROADBAND DAN MERANCANG KOMPUTASI AWAN INDONESIA

Administrator
13 Jun 2011
Layanan Info Publik
Sebagai upaya untuk menemukenali objektifitas dari masing-masing pihak untuk bisa bersinergi dalam memecahkan masalah bangsa yang berkaitan dengan pembangunan TIK, Kelompok Keilmuan Teknologi Informasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Istitut Teknologi Bandung (STEI-ITB) dan ICT Institute didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan BPPT akan menyelenggarakan Konferensi e-Indonesia Initiatives Forum VII 2011 (e-II 2011), ungkap Ketua Konferensi e-II 2011, Suhono Harso Supangkat pada acara Konferensi Pers e-II di BPPT, Rabu (8/6).

Forum ini telah berlangsung enam kali dengan peserta masing-masing lebih dari 600. Kali ini, konferensi e-II VII akan diadakan di ITB Bandung, 14-15 Juni 2011 mendatang dengan tema Membangun Ekosistem Broadband dan Merancang Komputasi Awan Indonesia. Konferensi ini dirancang untuk mengenali hasil penelitian, pengembangan produk atau layanan dan pengembangan kebijakan terkait dengan TIK khususnya pita lebar dan layanan Komputasi Awan (Cloud Computing) untuk menyongsong era baru e-Indonesia yang meliputi Next Generation Infrastructure serta Next Generation (Content, e-Gov, Service).

Konferensi e-II ini akan membahas berbagai hal berkaitan dengan pembangunan Broadband Ekosistem, baik infrastruktur, pembiayaan, juga konten kreatif yang harus dikembangkan untuk pembangunan ekonomi dan sosial. Salah satu topik penting juga isu Tingkat Kompenen Dalam Negeri (TKDN), sejauh mana industri dalam negeri bisa berperan untuk mengambil pangsa pasar dan menambah lapangan pekerjaan.

Berbicara mengenai TKDN produk TIK nasional, Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK), Hammam Riza pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa BPPT selama ini telah berupaya meningkatkan TKDN dari berbagai produk ataupun layanan yang berbasis TIK, diantaranya dengan mengembangkan e-KTP dan e-voting.

Dalam upaya pengembangan TIK, BPPT selalu berupaya melakukan inovasi dalam bidang tersebut. Kita sendiri mengacu pada sebuah framework yang melibatkan tiga unsur triple helix yaitu akademisi, bisnis dan government yang dikenal dengan Sistem Inovasi Nasional (SIN). Jadi dalam SIN dikembangkan sebuah ekosistem antara penghasil invensi produk-produk TIK dan menghubungkan kepada industri yang akan menggunakan hasil inovasi tersebut. Karena dalam pengertian inovasi, sebuah invensi baru akan menjadi sebuah inovasi bila sudah dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna, lanjutnya.

Dalam konferensi juga akan dibahas mengenai cloud computing yang juga memberikan suatu trend baru dalam pengembangan platform TIK, berbagai aspek terkait cloud computing termasuk masalah keamanan, regulasi dan pengembangannya.

Pembicara yang akan dihadirkan berasal dari berbagai kalangan baik industri, akademisi maupun pemerintah, diantaranya yaitu Kepala BPPPT, Marzan A Iskandar, Dirjen Penyelenggaraan Telekomunikasi, Sukri Batubara, Dirut Indosat, Fadzri Sentosa serta Dirut Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno. (SYRA/humas)