5428
Hits

E-VOTING BPPT DALAM PEMILIHAN KETUA UMUM IKATAN ALUMNI ITB

 

BPPT berupaya terus. mensosialisasikan sistem pemilihan secara elektronik atau e-voting ini. Kita sudah melakukan uji coba e-voting antara lain di Jembrana, Pandeglang, dan Gorontalo. Setelah BPPT melaksanakan  simulasi pemilihan Ketua Umum IA ITB pada akhir November  lalu, hari ini kita melaksanakan e voting yang sebenarnya untuk memilih Ketua IA ITB. Pemilihan Ketua Ikatan Alumni ITB yang dilaksanakan serentak di 30 kota di Indonesia, dan untuk Jakarta di pusatkan di Gedung PLN Pusat, dengan jumlah pemilih di Jakarta mencapai 3000 orang,  jelas Kepala BPPT, Marzan A.Iskandar, (3/12).

BPPT juga memberikan masukan kepada Pansus Perubahan UU ttg Pemilu untuk memasukkan eIvoting sebagai salah satu cara Pemilu yang sah untuk Pemilu Presiden, DPR, DPD dan DPRD. Hal ini kami lakukan, karena Pemilu secara elektronik ini jauh lebih murah dan cepat, sementara pemenuhan azas LUBER dan JURDIL terjamin. Mudah-mudahan penyelenggaraan pemilihan Ketum IA ITB secara elektronik di Jakarta ini berlangsung lancar dan sukses, serta semakin meyakinkan masyarakat tentang e-voting, tambahnya.

Mengamini pernyataan Kepala BPPT, Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT, Hammam Riza mengatakan bahwa dengan pelaksanaan e-voting dalam pemilihan Ketua Umum IA ITB kali ini dapat menjadi bukti bahwa teknologi tersebut bisa diaplikasikan pada pemilu yang seesungguhnya, apalagi jika ditinjau dari aspek akurasi, kecepatan dan efisiensi. Dan BPPT lah yang menjadi pionir dalam sosialisasi dan penerapan teknolofi e-voting ini, jelasnya.

Tujuan dari e-voting pada pemilihan ketua Ikatan Alumni ITB ini adalah untuk menunjukkan serta menjelaskan proses pemilihan umum yang baru yang lebih akurat, transparan dan akuntabel, efisien, dengan prosedur operasional perangkat e-Voting yang sudah memiliki persyaratan sebagai Sistem Pemilihan Umum sesuai Undang-undang pemilihan umum yang berlaku saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Program Sistem Pemilu secara elektronik BPPT, Andrari Grahitandaru mengatakan bahwa dengan pelaksanaan e-voting dalam proses pemilihan, tentunya ada beberapa keuntungan yang diperoleh diantaranya yaitu penghitungan suara yang lebih cepat dan pengiriman hasil yang tidak perlu dilakukan secara berjenjang. Hal lain terkait keuntungan dari sisi logistik dengan pelaksanaan e-voting diantaranya yaitu tidak diperlukannya surat suara yang harus dibuat karena mesin e-voting yang dikembangkan BPPT mampu menampung jumlah pemilu tidak terbatas," ungkapnya.

Untuk proses pemilihan hari ini, lanjut Andrari, akan ada kurang lebih 3000 pemilih dan BPPT menggunakan empat mesin e-voting. "Dari hasil simulasi beberapa waktu yang lalu, setiap pemilih hanya memerlukan 10 detik untuk memilih. Jadi e-voting hari ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 2-3 jam saja, jelasnya.

Selain itu, masih menurut Andrari bahwa sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi bahwa e-voting boleh digunakan dalam proses pemilihan umum selama memenuhi azas luber jurdil dan lima syarat kumulatif yaitu masyarakat, partai politik, teknologi, peraturan dan penyelenggaraan. Hari ini dengan dilakukannya e-voting dalam pemilu Ketua IA ITB merupakan salah satu cara memenuhi  syarat sosialisasi pada masyarakat dan partai politik.

Menurut perekayasa pengembang software e-voting BPPT, Bowo Prasetyo, sistem e-voting hasil pengembangan BPPT memiliki tingkat keamanan berlapis yang teruji. Ketika suara sudah dihasilkan, kemudian disegel dan memiliki integrity sehingga tidak akan dapat dirubah. Selain itu juga terdapat fitur non repudiation dimana suara akan terdekteksi berasal dari mesin tertentu dan fitur keamanan tambahan lainnya yaitu adanya enkripsi. Setelah digabungkan dengan v-token dan sebelum masuk ke data base, suara dienkripsi terlebih dahulu sehingg akan sulit untuk dimanipulasi, jelasnya.

Teknis pelaksanaan pemilihan hari ini, lanjutnya, dimulai dengan pemilih memverifikasi v-token terlebih dahulu, sebagai bukti pemilih tersebut memang berhak memilih. Kemudian v-token tersebut digenerate di mesin e-voting dan selanjutnya mesin e-voting akan memberikan kertas suara untuk dipilih. Setelah selesai, suara akan digabung dengan v-token, disegel dengan private key baru kemudian dimasukkan ke database. Pengembangan lainnya ke depan yaitu akan dibuat e-voting calculation dan tabulation untuk melengkapi sistem e-voting yang sudah dikembangkan BPPT, terangnya.  (SYRA/humas)