4424
Hits

E Voting, Demokrasi Di Ujung Jari (III)

 

Mengenai penerapan  e voting Hamman menjelaskan, secara prinsip sistem pemilihan elektronik itu menghilangkan teknis manual pada sistem pemilihan konvensional, seperti surat suara dan perhitungan manual. Kemudian sistem pemilihan dan pemungutan elektronik mempunyai lima unsur perangkat, yaitu pembaca e-KTP, kartu V-token, pembaca kartu pintar (smart card)e-voting, dan printer kertas struk.

Hasil perhitungan suara elektronik juga  bisa langsung diperoleh begitu waktu pemungutan suara ditutup. Hammam menambahkan, hasil rekapitulasi juga bisa langsung dikirim ke pusat data ditingkat desa. "Jadi, ini selain quick count juga real count. Cepat tapi terverifikasi," jelasnya.

e-Rekapitulasi

Hasil hitung cepat ini disebut Hammam sebagai e-rekapitulasi dimana pihaknya juga beberapa saat lalu berusaha meyakinkan lembaga penyelenggara Pemilu untuk menggunakan Pemilu ini demi meningkatkan kualitas Pemilu di Indonesia. “2014 ini kita harus berpikir untuk menyajikan data yang cepat akurat transparan dan akuntabel. Saya yakin teknologi informasi dan komunikasi dapat mewujudkan ini,” ujarnya.

Hammam juga mengharapkan bahwa meski evoting belum dapat diwujudkan pada 2014 namun penggunaan e rekapitulasi  dapat diimplementasikan pada Pemilu nanti. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagi kajian dimana secara hasil dan bukti pelaksanaan Pemilu dengan e rekapitulasi ini hasilnya bisa keluar tidak lebih dari satu minggu. “Kita bisa ingat Pemilu 2009 dengan hitung konvensional hampir sebulan hasilnya baru diumumkan. Sebab itu  BPPT akan terus berusaha mengedepankan wacana penggunaan e rekapitulasi ini untuk tahun 2014,” tegasnya.

Sebagai informasi, BPPT pada Oktober lalu telah mengusulkan tujuh teknologi yang dapat digunakan untuk e-rekapitulasi pada dialog nasional yang membahas mengenai proses Pemilu 2014. Di antara tujuh macam teknologi rekapitulasi elektronik yang diusulkan, ada dua pilihan sistem aplikasi yang dapat segera diterapkan yaitu Short Message Service (SMS) atau Unstructured Supplementary Service Data (USSD) serta Optical Mark Recognition (OMR) atau Digital Mark Reader (DMR).

Kala itu Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar menjelaskan bahwa teknologi SMS/USSD merupakan teknologi E-Rekapitulasi yang paling diunggulkan. "Penentuannya nanti tergantung pada indikator kinerja E-Rekapitulasi Pemilu 2014. E-Rekapitulasi menggunakan sistem SMS/USSD akan menjamin kecepatan penayangan hasil pemungutan suara," katanya.

E-rekapitulasi, menurut Marzan merupakan pilihan yang inovatif dan sangat penting dalam melaksanakan salah satu pilar demokrasi yang berkualitas, yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan dalam penyelenggaraan pemilihan umum di tahun-tahun sebelumnya. Dijelaskan Marzan, e-rekapitulasi adalah bagian proses yang paling penting dari e-voting. Tepatnya yaitu proses pengolahan, pengiriman dan penayangan hasil rekapitulasi perolehan suara pemilu di tiap tempat pemungutan suara, serta menghasilkan jejak audit.

Teknologi rekapitulasi berbasis TIK ini pun, dipastikan Marzan, bisa mencegah aspek manipulasi data. Teknologi ini juga bisa ditelusuri sumber kesalahannya, sehingga diklaim tetap menjamin pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. (SYRA/Humas)