8888
Hits

ELASTISITAS TURUN, BUKTI EFISIENSI ENERGI BERJALAN BAIK

Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan efisiensi energi nasional, Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) BPPT telah menyelenggarakan Temu Mitra dan Workshop Strategi Penurunan Elastisitas Energi di Hotel Four Season Jakarta, Jumat (10/12).

Workshop ini diadakan dalam rangka mencari solusi pemenuhan energi nasional yang berkelanjutan. Sebagai upaya mencapai tujuan tersebut, B2TE memiliki lima fokus program terkait dengan elastisitas energi yaitu pengembangan dan penerapan sistem manajemen energi, pengembangan dan penerapan teknologi hemat energi, pengujian dan standardisasi efisiensi energi, pengembangan kawasan hemat energi dan kajian strategis penurunan elastisitas energi nasional, kata Kepala B2TE, Soni Solistia W dalam laporannya.

Berbicara mengenai tantangan di sektor energi, Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar dalam sambutannya menyampaikan bahwa terdapat beberapa tantangan yang perlu ditangani seperti terbatasnya sumber daya energi, ketergantungan terhadap sumber daya energi fosil yang masih tinggi, dan belum optimalnya pemanfaatan energi baru terbarukan serta masih rendahnya tingkat efisiensi pemanfaatan energi nasional.

Guna mengatasi masalah-masalah tersebut, perlu dilakukan perubahan paradigma pengelolaan energi untuk menjamin ketersediaan energi untuk pembangunan jangka panjang ke depan. Pertama mengubah paradigma dalam memandang sumber daya energi sebagai komoditas menjadi modal pembangunan. Kedua mengubah pengelolaan dari sisi supply menjadi demand side management. Energi terbarukan yang selama ini hanya digunakan sebagai suplemen terhadap energi fosil, harus diubah menjadi penyedia energi utama dan sumber energi fosil hanya sebagai penyeimbang untuk memenuhi kebutuhan energi, lanjut Marzan.

BPPT telah banyak mengembangkan dan menerapkan teknologi di sektor energi dalam rangka membantu ketersediaan energi nasional. Diantaranya pengembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi skala kecil, teknologi gasifikasi, bahan bakar nabati dan pengembangan PLT hibrida baik disel-PV maupun PV-angin, jelasnya.

Lebih lanjut Kepala BPPT mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya telah mencanangkan target menurunkan tingkat elastisitas energi kurang dari 1% tahun 2025 dan mengurangi intensitas energi sebesar 1% per tahun. Namun demikian, target tersebut tidak akan tercapai tanpa didukung program konservasi energi dari berbagai pihak.

Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan MoU antara BPPT dengan Pemerintah Kota Palembang, PT. Telkomsel dan PT. Weltest Energi Nusantara. Adapun ruang lingkup MoU antara lain meliputi pengembangan dan penerapan teknologi hemat energi, manajemen energi perkotaan, pengujian komponen sistem fotovoltaik, pengembangan dan penerapan teknologi PLTU serta penelitian dan pengembangan sistem energi terbarukan untuk catu daya sistem telekomunikasi.

Selain itu dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerjasama antara B2TE dengan PT. LEN Industri Persero dan PT. Bukit Jantan Power tentang kegiatan dalam bidang elektronika yang terkait dengan pengembangan tknologi pembangkit tenaga listrik.

Workshop dilaksanakan dalam dua sesi yaitu sesi talkshow dan presentasi dengan menghadirkan pembicara baik dari kalangan industri, akademisi maupun pemerintah.

Melalui workshop ini, dengan mendatangkan narasumber dari berbagai pihak baik akademisi, pemerintah maupun industri, diharapkan dapat menjadi wahana kita dalam mendukung program pemerintah untuk menjamin ketersediaan energi dan kemandirian industri energi nasional. Ke depannya selain menghasilkan rekomendasi, diharapkan dapat terjalin kerjasama yang lebih intensif antara B2TE dan mitra industri agar visi BPPT untuk menjadi pusat unggulan teknologi yang mengutamakan kemitraan melalui pemanfaatan teknologi secara maksimal dapat terwujud dengan baik, jelas Marzan. (YRA/humas)