3758
Hits

Fokus Kembangkan Laboratorium Riset, Indonesia-Cina Jalin Kerjasama

 

Kunjungan Wakil Menteri Riset dan Teknologi Cina menurut Priyo adalah untuk memastikan bahwa program joint research laboratory menjadi program nasional. Selain itu, Pemerintah Cina juga ingin melihat secara langsung kesiapan BPPT dalam menjalankan kerjasama tersebut.

Mengenai peran BPPT kedepan, lebih jauh Priyo mengungkapkan bahwa dengan dijadikannya program joint research laboratory menjadi program nasional, BPPT juga akan mengajak lembaga-lembaga lain yang terkait untuk turut serta mensukseskan program ini. ”Kami (BPPT dan Lembaga lain-red) akan berusaha mencari solusi terkait permasalahan yang dihadapi Indonesia, khususnya lahan-lahan kritis seperti lahan gambut dan lahan kering, karena lahan subur kita sudah habis. Intinya kita ingin mengoptimalkan lahan-lahan kritis lahan-lahan yang rusak untuk bisa digunakan menjadi lahan yang bisa digunakan untuk kepentingan mendukung pangan," jelas Priyo.

Hal senada juga dikatakan Koesnandar, Peneliti Utama Bidang Teknologi Bioindustri. "Pusat Teknologi Bioindustri BPPT akan mengajak lembaga penelitian lain untuk turut serta dalam kerjasama ini. Selain dengan BPPT, Pemerintah Cina juga sedang mencari partner yang pas untuk program joint research laboratory," tuturnya.

Koesnandar menambahkan, saat ini Melalui Kementerian Riset dan Teknologi Cina, Pemerintah Cina berkeinginan untuk mendirikan fasilitas laboratorium dan pengembangan sumberdaya manusia disini. "Diharapkan nantinya kita (Pemerintah Indonesia dan Cina-red) punya laboratorium bersama dan mengerjakan riset bersama," tutupnya. (tw/nn/syra/humas)