1434
Hits

Fokus Tingkatkan Kualifikasi SDM Riset, BRIN Jajaki Kerjasama Dengan UGM

Septa Adi
13 Jan 2022
Layanan Info Publik

 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko berulang kali menyampaikan kepada para periset di lingkungannya untuk terus meningkatkan kompetensinya. Dirinya pun meng-encourage para periset untuk meneruskan studinya melalui program Master by Research (MbR) dan Doctoral by Research (DbR) agar sesuai dengan program riset yang sedang dikerjakan oleh BRIN.

 

Amanat tersebut pun ditindaklanjuti Plt. Kepala Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) - BRIN Dadan Moh. Nurjaman saat menerima kunjungan dari Fakultas Teknis Universitas Gadjah Mada (UGM) di Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (13/01).

 

Dadan menyambut baik penjajakan kerjasama bersama UGM dan berharap pusat riset yang berada di bawah OR PPT untuk segera memanfaatkan peluang ini, dengan mulai memasukkan program peningkatan kompetensi periset di dalam kegiatannya.

 

"Pusat Riset OR PPT harus mulai memetakan dan men-align kegiatannya dengan program studi yang ada di UGM, sehingga bisa memasukkan hingga tiga periset dalam upaya peningkatan kualifikasi melalui program MbR dan DbR," ujar Kepala OR PPT - BRIN.

 

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan skema MbR/DbR haruslah sesuai dengan program atau kegiatan yang sedang dijalankan oleh BRIN, sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan kepada negara.

 

“Ini sangat prospektif, terlebih hampir semua pusat riset yang ada di OR PPT berkaitan erat dengan delapan departemen yang ada di Fakultas Teknik UGM,” urai Dadan.

 

Dirinya mengharapkan kerjasama ini bisa dimulai dari awal tahun. Kerjasamanya bisa melalui pusat riset OR PPT dan peningkatan kualifikasi periset melalui Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN.

 

 

Setali tiga uang, Dekan Fakultas Teknik UGM Prof. Selo menjelaskan bahwa fakultasnya memiliki delapan bidang keteknikan, diantaranya arsitektur dan perencanaan, elektro dan informasi, geodesi, kimia, mesin dan industri, nuklir dan fisika, serta sipil dan lingkungan.

 

“Dari paparan yang diterangkan Kepala OR PPT, saya rasa sinergi penelitian antar perguruan tinggi dengan pusat penelitian yang ada di pemerintahan akan lebih maksimal. Terlebih delapan bidang keteknikan yang ada di UGM juga terakomodir oleh pusat riset yang ada di OR PPT - BRIN,” jelas Prof. Selo.

 

Dirinya menambahkan kerjasama dengan pusat penelitian/industri merupakan sebuah hal yang menguntungkan, karena permasalahan muncul langsung dari hulunya. MbR dan DbR merupakan suatu peluang mensinergikan suatu kegiatan riset/penelitian dengan peningkatan kualifikasi dari perguruan tinggi.

 

Fakultas Teknik UGM menyelenggarakan program MbR dengan beban studi 32 SKS untuk tesis dan mata kuliah sebanyak 8 SKS, sedangkan program DbR memiliki beban studi 34 SKS untuk disertasi dan 12-16 SKS untuk mata kuliah.

 

“Semoga kerjasama antara UGM dengan OR PPT - BRIN dapat menghasilkan riset/penelitian yang lebih berkontribusi kepada negara, serta meningkatkan kualifikasi para periset di Indonesia,” tutup Prof. Seto. (BRIN - SAS)