3437
Hits

Gandeng Daicel Corporation, BPPT Dukung Keamanan Obat Nasional

Administrator
02 Oct 2019
Layanan Info Publik

Saat ini Indonesia masih mengimpor lebih dari 95% bahan baku obat, termasuk obat generik yang komponen aktif obat generik dibuat melalui suatu proses sintesis kimia, yang terkadang mengandung cemaran senyawa khiral, yaitu komponen aktif lain yang struktur kimianya sama namun struktur optisnya berbeda. Di beberapa obat, cemaran senyawa khiral memiliki efek samping yang membahayakan bagi kesehatan,

 

Untuk menjamin keamanan obat di Indonesia, khususnya obat generik, BPPT mengembangkan sistem analisa cemaran khiral dalam produk obat. Guna menjamin kesehatan obat di Indonesia, Daicel Corporation sebuah perusahaan kimia Jepang yang mengembangkan teknologi analisa senyawa khiral memberikan bantuan teknis kepada BPPT.

 

Bantuan teknis yang didapatkan meliputi hibah alat HPLC berserta kolom analisa serta pelatihan analisa cemaran senyawa khiral dalam obat diserahkan langsung oleh Presiden Direktur Daicel Corporation, Misao Fudaba kepada Kepala BPPT, Hammam Riza, di Jakarta (02/10). Di acara tersebut Hammam mengungkapkan, dengan diserahkannya alat HPLC ke BPPT, bahwa Daicel mempercayakan kepada BPPT sebagai leading institution didalam pengkajian dan penerapan.

 

Artinya adalah sebuah pengakuan bahwa BPPT bukan hanya sekedar nama tetapi benar menjalankan tugasnya sebagai lembaga pengkajian dan penerapan yang menghasilkan inovasi. Seperti tertuang dalam Undang-undang Sinas No 11 Tahun 2019 disebut BPPT mengawal proses Penelitian Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan (Litbangjirap), jelas Hammam.

 

BPPT menurut Hammam, terus berinovasi untuk memberikan layanan teknologi yang diperlukan oleh bangsa Indonesia untuk kemandirian bahan baku obat nasional. Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya BPPT dalam penguatan program flagship nasional bidang bahan baku obat periode 2020-2024, ungkapnya. Sementara Presiden Daicel menyebut produknya sudah banyak digunakan diberagai negara diantaranya Amerika, Eropa, India dan China. Misao juga mengatakan pihaknya siap membantu pengembangan obat herbal agar tidak mengandung senyawa khiral agar tidak mempunyai efek samping. (Humas/HMP)