3326
Hits

Hakteknas 2020, Wapres Ajak Tingkatkan Inovasi Untuk Kemandirian Bangsa

Administrator
10 Aug 2020
Layanan Info Publik

 

Penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) harus menjadi arus utama dalam meningkatkan kemandirian bangsa dengan meningkatkan inovasi dalam negeri dan bangga akan produk Indonesia. Aktivitas-aktivitas litbangjirap juga diharapkan dapat menggunakan kandungan lokal, kata Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin saat membuka peringatan Hari Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 dengan tema Inovasi Indonesia Sebagai Solusi yang dilakukan secara virtual (10/08).

 

Lebih lanjut dikatakan Wapres, bahwa kunci penting kesuksesan adalah terus meningkatkan dan mengintensifkan kolaborasi antar lembaga penelitian dan pengembangan pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta industri dan masyarakat.

 

Koordinasi Ristek/BRIN menurut Wapres mulai memperlihatkan hasil yang baik, hal ini juga dilakukan seiring dengan upaya pengembangan dan implementasi teknologi tepat guna sesuai potensi daerah yang disertai dengan peningkatan anggaran untuk penelitian dan pengembangan dari berbagai sumber.

 

Karenanya, penting untuk terus meningkatkan dan mengintensifkan kolaborasi lembaga penelitian pengembangan pengkajian dan penerapan, peneliti di berbagai perguruan tinggi, Kementerian/Lembaga di pusat maupun daerah, swasta-industri dan  masyarakat, ujar Wapres.

 

Diharapkan, berbagai produk riset dan inovasi karya putra-putri bangsa terus digalakkan dengan semangat kemandirian sebagai bangsa menuju negara maju dengan pendapatan tinggi pada tahun 2045.

 

Sebagai lokomotif pengembangan riset dan teknologi di Indonesia harus terus mendorong dan memfasilitasi para peneliti dan inventor untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk unggulan yang inovatif, karena nilai tambah yang dihasilkan dari produk inovasi sudah terbukti mampu meningkatkan ekonomi suatu bangsa dan sudah dibuktikan oleh negara-negara maju, jelasnya.

 

Sementara, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang P.S Brodjonegoro menyebut, 10 Agustus 2020 menjadi langkah baru perjalanan seperempat abad kebangkitan teknologi nasional. Hakteknas tahun ini menjadi momentum penguatan kolaborasi triple helix dalam mewujudkan kemandirian nasional dan menjadikan inovasi sebagai solusi berbagai persoalan bangsa.

 

Tujuan lain dari peringatan Hakteknas adalah untuk menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat tentang perlunya budaya ilmu pengetahuan dan teknologi  serta inovasi dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat kolaborasi, pungkasnya.

 

Di peringatan Hakteknas kali ini ditandai dengan sejumlah peluncuran program kolaboratif diantaranya 100 desa berinovasi yang merupakan kolaborasi antara Kemenristek/BRIN dengan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

 

Bambang menambahkan,  saat ini kita menuju era Kecerdasan Artifisial (KA), peluncuran  Strategi  Nasional  Kecerdasan  Artifisial  yang  selanjutnya  disebut Stranas  KA  yang bersamaan dengan peringatan  Hari Kebangkitan  Teknologi Nasional diharapkan  mampu  menjawab  berbagai  permasalahan  pada  aspek  produk,  proses,  dan wawasan kognitif  di Indonesia. 

 

Sementara, beberapa program percepatan (Quick Wins)  KA  dengan  acuan  penetapan  situasi  Covid-19  saat  ini  diantaranya,  sistem  Kecerdasan  Artifisial untuk pendeteksian  Covid-19, peluncuran  Stranas  KA  menempatkan  Indonesia  sejajar  dengan  negara-negara  lain  di  dunia  yang  telah lebih  dahulu  memiliki  strategi  nasional  kecerdasan  artifisial  sebagai  sumber  pertimbangan  dalam perumusan  kebijakan  seperti Singapura yang fokus dalam mengembangkan teknologi  KA.

 

Pemerintah, dalam hal ini Kemenristek/BRIN lanjut Bambang, terus berupaya mendorong pengembangan  strategi  KA nasional  melalui  program  Stranas  KA  agar  Indonesia  mampu  bersaing  dan mengembangan  serta  memanfaatkan teknologi  KA guna kemajuan  dan  kemandirian  bangsa. Kelompok  kerja  penyusun  Strategi  Nasional  untuk  Kecerdasan  Artifisial  dipimpin  oleh  Badan  Pengkajian dan  Penerapan  Teknologi  (BPPT).  Kelompok  ini  terdiri  dari beberapa  tenaga  ahli  yang  mewakili Kementerian, Lembaga,  perguruan  tinggi,  industri,  serta  perhimpunan dan  komunitas di bidang  Kecerdasan  Artifisial.

 

Adapun Stratanas Kecerdasan Artificial berisi lima bidang prioritas diantaranya kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan riset, ketahanan pangan serta mobilitas/smart city. Dikesempatan yang sama juga diluncuran katalog website atau e-katalog produk inovasi di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). (Humas BPPT)