3920
Hits

Hari ini, BPPT Pasang Buoy Merah Putih untuk Gunung Anak Krakatau

BPPT siap terapkan Tsunami Early Warning System atau Sistem Peringatan Dini Tsunami yang terorganisir, handal dan modern. Adalah Buoy Merah Putih, yang siap dipasang pada kawasan Gunung Anak Krakatau.

 


Menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya IV milik BPPT, tim Buoy Merah Putih akan bertolak dari Tanjung Priok, menuju perairan Selat Sunda, hari ini Rabu 10 April 2019.

 


Dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza bahwa Buoy Merah Putih ini, merupakan upaya pemerintah dari sisi teknologi, untuk guna mengurangi risiko yang timbul karena bencana tsunami.

 

"Alhamdulillah kami BPPT berhasil membangun kembali alat deteksi Buoy Tsunami. Semoga Buoy Merah Putih ini, menjadi momentum, agar bangsa kita mampu lebih baik dalam penanggulangan bencana, berbasis teknologi," tegasnya saat Peluncuran Kapal Riset Baruna Jaya IV untuk Pemasangan Alat Deteksi Dini Buoy Tsunami, di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, (10/04/2019).

 

Disebut Hammam bahwa Kapal Baruna Jaya IV ini akan membawa 1 Buoy yang akan dipasang di lokasi Gunung Anak Krakatau.

 

"Buoy akan diletakan 5 km dari Gunung Anak Krakatau dan 100 - 200 km dari pantai, untuk Mega Thrust," jelasnya.

 

Terkait cara kerja Buoy Hammam merinci bahwa sinyal data gelombang laut akan terkirim secara real time dan pararel ke Pusat Data Buoy Indonesia (PDBI) di BPPT serta ke server Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

 

"PDBI selanjutnya akan  mengirimkan data tsunami ke Tsunami Early Warning Center," paparnya

 

Lebih lanjut dinyatakan Hammam bahwa satu Buoy ini kata Hammam belum menjadi solusi menyeluruh. Karena harapannya adalah Indonesia dapat  menerapkan early warning system secara nasional.

 

"Kita ingin bentuk yang namanya itu konstelasi Buoy secara nasional. Mulai dari Utara Sangihe, kawasan Gunung Anak Krakatau, Selatan Bali dan NTT, hingga Utara Sangihe," urainya.

 

Diutarakan Hammam juga kedepan pihaknya akan menargetkan 3 fase pembangunan Buoy dan Cable Based Tsunameter atau Kabel Bawah Laut.

 

"Kita akan meluncurkan ketiga fase pembangunan Buoy dan CBT, kalau dana pembangunan deteksi dini multi bencana sudah tersedia, yakni 3 fase melengkapi sistem konstelasi Buoy di seluruh perairan serta garis pantai Indonesia," jelasnya.

 

Selain itu Hammam juga menekankan pentingnya sensor terkait ocean health index dan perubahan iklim di era 4.0, yakni sensor tersebut  berbasis Internet of Things.

 

"Konstelasi Buoy yang dilengkapi CBT yg panjang, akan semakin melengkapi sensor yg sudah ada. Sehingga data informasi yang diberikan akan semakin cepat, lengkap dan akurat,"  terangnya.

 

Terkait pemasangan Buoy, Hammam pun memohon doa dan dukungan seluruh pihak, agar Buoy Tsunami untuk kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), dapat dipasang dengan lancar.

 

"Kami BPPT mohon doa agar diberi kemudahan dan kelancaran, supaya Buoy dapat dipasang di kawasan Gunung Anak Krakatau," kata Hammam.

 

Disebutnya, pemasangan Buoy nanti akan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya IV milik BPPT.

 

"Pemasangan akan memakan waktu sekitar 2-3 hari layar," ujarnya.

 

Lebih lanjut diuraikan Hammam bahwa pihaknya untuk Tahun 2019 ini akan meluncurkan 3 Buoy untuk kawasan GAK dan pesisir Barat Bengkulu serta selatan Jawa Barat.

 

"Buoy Merah Putih atau buoy generasi ketiga ini kami harap tahan vandalisme. Akan kami pasang di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda," jelasnya.

 

"CBT atau kabel bawah laut ini penting untuk mendeteksi tsunami yang sifatnya dekat, atau near field tsunami," jelasnya.

 

Guna koordinasi dan pengamanan peralatan teknologi yang akan dipasang itupun, Hammam mengaku akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, mulai dari BNPB, juga TNI dan Polri.

 

"3 Buoy dan kabel bawah laut atau CBT ini akan kami koordinasikan baik pemasangan dan pengamanannya dengan BNPB," jelasnya.

 

Untuk itupun Hammam menghimbau kepada masyarakat, jika Buoy sudah terpasang nanti, supaya dijaga bersama, serta untuk tidak melakukan vandalisme.

 

"Kepada masyarakat, kami mengajak untuk menjaga bersama Buoy Merah Putih jika sudah terpasang nanti, demi keselamatan kita semua," tutupnya. (Humas/HMP)