5054
Hits

INCAM, Terobosan Baru BPPT Wujudkan Rencana Aksi Nasional Hentikan Emisi Merkuri


Selain itu, pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) telah mencanangkan Rencana Aksi Nasional untuk menghentikan emisi merkuri. Caranya dengan memberikan pelatihan penggunaan teknologi alternatif bagi para penambang untuk menggantikan bahan merkuri dalam menambang emas.

Untuk mendukung Rencana Aksi Nasional itu, BPPT dengan para mitranya tengah menginisiasi mendirikan Indonesian Centre for Artisanal Mining (INCAM), yang di dalamnya terdiri dari pusat riset dan teknologi serta pusat pelatihan. Terbentuknya INCAM merupakan inisiasi dari BPPT dengan Universitas Mataram, University of British Columbia (Kanada) dan Massey University (New Zealand).

Deputi Kepala Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA-BPPT), Ridwan Djamaluddin mengatakan inisiatif pendirian INCAM ini sebagai upaya terobosan baru untuk mengurangi isu-isu yang terkait industri pertambangan. Terlebih lagi kepada masyarakat yang tidak siap dengan pengelolaan hasil tambang pada industri skala kecil.

"BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi memiliki tugas menyediakan teknologi dan sumber daya manusia untuk mewujudkan Rencana Aksi Nasional pemerintah dalam menghentikan emisi merkuri pada industri pertambangan rakyat dan skala kecil. Selain itu, INCAM menjadi salah satu wadah bagi BPPT khususnya perekayasa di Pusat Teknologi Sumberdaya Mineral (PTSM BPPT) untuk mengaktualisasi diri dalam berkontribusi di dunia pertambangan," kata Ridwan, di acara Workshop Implementing Indonesia Center for Artisanal Mining-INCAM, di Ruang Komisi Utama Gedung II BPPT, Jakarta, (12/6).

Sementara, menurut Abdul Haris, Kepala Bidang Teknologi Pengelolaan Dampak Pertambangan, PTSM BPPT, tujuan dari pembentukan INCAM adalah untuk menjawab dari adanya Rencana Aksi Nasional menghapus merkuri pada tahun 2014 yang sebagian besar penghasil dan pengemisi merkuri adalah dari sektor Artisanal and Small Scale Gold Mining (ASGM). "Jadi kita menjawab tantangan itu dan mencoba membantu pemerintah Indonesia untuk menghapus merkuri dari sektor ASGM dengan cara memberikan bantuan edukasi teknologi dan berbagai macam hal lainnya dalam rangka mempercepat pengurangan emisi merkuri dari sektor penambangan skala kecil," kata Haris.

Untuk langkah awal, tambah Haris, Pusat Pelatihan INCAM yang pertama akan dibangun di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, kita berharap pusat pelatih juga dibangun di tempat lain, karena pertambangan skala kecil yang paling banyak justru bukan di NTB, tapi ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Irian Jaya, dan di Maluku. Diharapkan Pusat Pelatihan INCAM yang pertama di NTB mulai beroperasi dan melakukan kegiatan pada awal Juli 2016.

"Kita akan melihat dulu bagaimana cerita sukses dari INCAM yang dibuat di NTB. Kita akan mengevaluasi apa-apa saja yang menjadi masalah di dalam operasionalnya, bagaimana memperbaikinya, dan bagaimana kurikulum yang akan diajarkan di sana. Lalu, ketika semuanya sudah berjalan dengan baik, selanjutnya kita berencana ke tempat-tempat lain," ujar Haris.

"Utamanya, PTSM-BPPT berharap dapat membantu pemerintah bahwa tahun 2018 seluruh penggunaan merkuri di indonesia sudah tidak ada lagi. Lalu, masyarakat sudah mulai sadar bahwa penggunaan merkuri sangat berbahaya dan mereka sudah mulai bisa melakukan kegiatan penambangan rakyat dan skala kecil yang bertanggung jawab dan memiliki manfaat ekonomi dan bersifat berkelanjutan," tutupnya. (tw/SYRA/Humas)