1264
Hits

Indonesia Berpeluang Sebagai Penghasil Rumput Laut Terkemuka di Dunia

Indonesia Seaweed Forum (ISF) merupakan forum pertukaran informasi yang bertujuan mempromosikan Indonesia di dunia internasional sebagai salah satu produsen rumput laut dunia serta mendorong Indonesia untuk menjadi negara industri pengolahan rumput laut terkemuka. "Ditargetkan pada 2010 nanti Indonesia merupakan penghasil rumput laut terdepan di dunia", kata Jana.

Kegiatan yang akan dilakukan dalam ISF antara lain; (1) Seaweed International Business Forum and Exhibition (SEABFEX), yang merupakan pertemuan antara para pebisnis internasional dan pameran hasil budidaya rumput laut.; (2) International Seaweed Scientific Forum, yaitu forum ilmiah internasional rumput laut; (3) Indonesia Seaweed Farmer Society Congress yang merupakan kongres masyarakat tani rumput laut; serta (4) BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipina East Asian Growth Area Forum), yang merupakan sebuah forum yang akan membahas mengenai pengembangan rumput laut di kawasan Negara-negara di Asia Tenggara.

"Lebih dari 700 petani rumput laut dari Sulawesi Selatan, Bali, Sumbawa, dan daerah lainnya, akan mendapat semacam pelatihan mengenai pembudidayaan rumput laut yang baik dan benar," kata Jana. Selain itu akan diadakan Kongres Petani Rumput Laut, dan para ahli fikologi akan menyampaikan hasil-hasil penelitiannya dari berbagai negara. Para pembicara yang diundang nanti juga merupakan para pakar yang berasal dari mancanegara seperti Jepang, Spanyol, Italia, Cili, Kanada.

Makassar dijadikan tempat penyelenggaraan ISF karena merupakan produsen terbesar gracilaria yang merupakan bahan dasar agar-agar. ISF ini pun diharapkan bisa menjadi titik awal bagi Indonesia untuk merebut International Seaweed Forum 2013 supaya bisa dilaksanakan di Indonesia. Hal inipun bukanlah suatu mimpi mengingat dari segi scientific, market, dan teknologi, Indonesia sangat berpeluang untuk menjadi yang terbesar di dunia.

Arman Arfah, dari Asosiasi Petani Rumput Laut Indonesia (ASPERLI) mengatakan, "ISF ini diharapkan bisa mempertemukan antara pihak pembudidaya dengan pihak pabrik atau calon investor". Hal ini dilakukan untuk membahas bagaimana menjaga kualitas, kepastian harga, dan hal lainnya sehingga untuk berbisnis rumput laut ada sebuah standar tertentu dan tentunya menguntungkan pihak terkait.

Acara ISF sendiri nantinya akan berlangsung di Clarion Hotel, Sulawesi Selatan, dan rencananya akan dibuka oleh Menkokesra Aburizal Bakrie (yang masih dalam konfirmasi), yang juga akan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi serta Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali. Menurut rencana , acara ISF ini nantinya akan ditutup dengan sebuah field visit atau kunjungan para peserta untuk melihat pembudidayaan rumput laut di Jeneponto Sulawesi Selatan.

Para nara sumber dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruang VIP BPPT tersebut adalah Jana T. Anggadiredja (Deputi Kepala Bidang TPSA BPPT), Wayan Digta (perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM), Ani Kustantini (perwakilan Departemen Kelautan dan Perikanan), Rahmaniar (ahli fikologi), Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ASPERLI) Arman Arfah, dan Perwakilan Pemprov Sulawesi Selatan AM Yamin. (humas***)