3247
Hits

INDONESIA-US PARTNERSHIP: KOMITMEN MENGEMBANGKAN IPTEK KELAUTAN

Pagi tadi (7/01), Kepala BPPT, Marzan A Iskandar bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, di undang oleh Dubes AS untuk Indonesia, Scot Marciel, berbicara dalam webcast presentation dengan Administrator NOAA, Jane Lubchenco; Utusan Khusus Gedung Putih Bidang Iptek, Bruce Alberts; dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, di kantor @america.

Kepala BPPT bersama Menteri Kelautan dan Perikanan serta Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta bertindak selaku narasumber di fasilitas @america Jakarta pada acara yang bertajuk Live from the Sea Floor: A Dynamic Look at the US-Indonesia Ocean Science and Technology Partnership. Sementara ketiga pembicara lain, berbicara melalui videoconference dari Washington, D.C. yang berbeda waktu 12 jam. Topik utama pembicaraan adalah kemajuan dan manfaat kerjasama iptek kelautan Indonesia - Amerika.

Webcast presentation yang berlangsung selama satu jam tersebut, dihadiri oleh mahasiswa, ilmuwan, dan pejabat terkait ini. Dalam kesempatan tersebut, baik Dubes AS di Jakarta mau pun Dubes RI di Amerika sama-sama menyatakan pentingnya kemitraan kedua negara dalam mengembangkan iptek kelautan, termasuk yang memberikan dampak global.

Menurut Kepala BPPT, INDEX SATAL menghasilkan temuan ilmiah yang menakjubkan, serta memberikan wawasan teknologi mutakhir dalam eksplorasi kelautan kepada ilmuwan dan perekayasa Indonesia. Saya berharap kerjasama ini dapat berlanjut sehingga pengelolaan laut secara berkelanjutan melalui iptek mutakhir dapat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk komunitas global, ujarnya saat itu.

Senada dengannya, Menteri Kelautan dan Perikanan pun mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih pada bidang kelautan; baik dalam pengembangan iptek, dalam pengelolaan yang berkelanjutan, hingga pengembangan ekonomi dan kebijakan kelautan.

Sementara itu dari kacamata iptek, Administrator NOAA menegaskan bahwa INDEX SATAL adalah contoh sukses kerjasama iptek kelautan RI - AS. Kegiatan sejalan dengan semangat Pemerintah AS seperti dinyatakan dalam Cairo Vision oleh Presiden Obama, jelas Bruce.

INDEX SATAL 2010

INDEX SATAL 2010 merupakan kerjasama bidang riset kelautan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kajian ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dilakukan di perairan laut dalam Kepulauan Sangihe-Talaud, Sulawesi Utara.

Dalam ekspedisi tersebut, Amerika mengerahkan kapal riset termodern NOAA, Okeanos Explorer yang mengusung teknologi telepresence dan robot bawah-laut Remotely Operated Vehicle (ROV) yang mampu menyelam dan menayangkan video dengan kualitas high definition dari kedalaman 6.500 meter secara langsung. Sementara itu, Indonesia mengirim Kapal Riset Baruna Jaya IV yang mampu memetakan topografi dasar laut hingga kedalaman 2.500 meter, dan mampu mengambil sampel biota (ikan, udang, dan kerang) hingga kedalaman 1,000 meter.

Index Satal 2010 mencakup beberapa aspek penelitian dan pemanfaatan teknologi dalam bidang biologi kelautan, geologi, oseanografi, teknologi eksplorasi laut dalam dan teknologi informasi kelautan. Beberapa hasil riset sementara dan luaran dari ekspedisi ini diantaranya adalah pemetaan biota, pemetaan fenomena geologi di daerah survei dan penemuan gunung bawah laut baru (seamounts).

Liputan lengkap acara ini dapat dilihat di http://www.atamerica.or.id/ (RD/tpsa/YRA/humas)