4945
Hits

Inovasi BPPT Untuk Hindari Kecelakaan Dunia Penerbangan

 


Keunggulan inovasi BPPT ini, lanjut Yudi adalah buatan dalam negeri, kemudian harganya lebih terjangkau tanpa mengorbankan kecanggihan. "Inovasi BPPT ini  tetap mengedepankan dan menerapkan teknologi terkini," tegasnya.


Alat navigasi ini tambahnya, dirancang menggunakan komponen yang dapat diperoleh di pasaran. Kemeudian juga berbasis software open source atau perangkat lunak berbasis terbuka. "Sehingga mudah dalam pemeliharaannya," papar Yudi.
 

Inovasi ini pun telah mencapai desain purwarupa dan akan uji fungsi di lapangan dan laboratorium sebagai bagian dari sertifikasi. Yudi berharap teknologi tersebut siap diaplikasikan setelah sertifikasi dan ada industri nasional yang melakukan komersialisasi.        


"Semoga didukung dan pemangku kebijakan terkait, khususnya dalam hal regulasi. Selain itu juga ada industri nasional yang siap melakukan komersialisasi," pungkasnya.


Sebagai informasi bahwa kecelakaan di Bandara Halim beberapa saat lalu tidak boleh terulang. Hal itu dapat berimbas pada  keselamatan publik dan mengganggu reputasi dan kredibilitas industri penerbangan nasional di mata publik nasional maupun internasional.  Bahkan kejadian itu dapat memengaruhi klasifikasi keselamatan penerbangan Indonesia yang dilakukan oleh otoritas penerbangan sipil internasional (International Civil Aviation Organisation, ICAO).  Semoga Inovasi teknologi navigasi udara karya anak bangsa ini segera menjadi solusi bagi dunia aviasi nasional. (Humas/HMP)