3243
Hits

Inovasi Neonet 4.0 BPPT Raih Penghargaan di AI & Analytics Summit & Award 2018

 

Disampaikan Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Hammam Riza bahwa Neonet ini merupakan pusat data yang menghimpun berbagai data terkait dengan kebumian nasional termasuk lingkungan, kebencanaan, perubahan iklim hingga kelautan. Neonet menyimpan metadata dari berbagai institusi terkait seperti BMKG, BIG, LAPAN, LIPI dll.

 

Neonet 4.0 ini kami kembangkan dengan harapan mampu menjadi salah satu hub dari Global Earth Observation System of Systems (GEOSS) yg berisikan 105 negara dan 127 organisasi pengamatan kebumian sejalan dg UN sustainable development goal 2030.

 

“Terima kasih. Semoga penghargaan ini makin mendorong kami agar terus meningkatkan kinerja inovasi teknologi,” kata Hammam Riza  saat menerima penghargaan dari Penyelenggara DataGovAI dan Asosiasi Bigdata Indonesia 2018.

 

Selain itu, penghargaan ini menurutnya akan semakin membuat jajarannya di BPPT untuk terus berinovasi. Khususnya dalam kaji terap teknologi untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

 

Anugerah Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018 di selenggarakan oleh Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI) bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga survei yang juga mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian Ristekdikti

 

Acara inipun dihadiri oleh Menteri Kominfo Rudiantara, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi, dan Ketua ABDI/dewan Juri,  Rudi Rusdiah.

 

Pada kesempatan itu Menteri Kominfo Rudiantara selain bertindak sebagai pembicara utama juga menyampaikan apresiasi dengan kegiatan “Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018”.

 

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih adanya kegiatan semacam ini karena tentu akan bisa mendorong adanya inovasi-inovasi baru, terkait pengembangan sektor ICT di Tanah Air," tuturnya.

 

Hal Ini menurut Menkominfo, sejalan dengan tekad pemerintah untuk membangun ekosistem digital dan percepatannya, terutama dalam rangka memasuki era ekonomi digital dani ndustri 4.0 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai strategi dalam meningkatkan daya saing industri dan ekonomi nasional di masa depan.

 

Rudiantara berharap, ajang pengharaan ini semakin mendorong akselerasi implementasi dan penggunaan digital technology, baik di kalangan dunia usaha, industri, institusi kepemerintahan, serta instansi lainnya, karena akan berimplikasi luas bagi upaya peningkatan daya saing pembangunan nasional di kancah global.

 

"Kami inginkan agar para vendor dan perusahaan-perusahaan pengembang solusi ICT, bisa terus berinovasi sebagai antisipasi untuk memenuhi tren tuntutan kebutuhan solusi ICT yang juga makin tinggi di kalangan dunia usaha dan berbagai institusi lainnya," pungkasnya. (Humas/HMP)