4219
Hits

JADIKAN ANAMBAS BERANDA UTARA INDONESIA YANG BERDAYA SAING

Administrator
11 Nov 2011
Kebijakan Teknologi

Demikian yang diungkapkan Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT), Tatang A Taufik saat membuka acara Focuss Group Discussion (FGD) dan workshop Membangun Daya Saing Beranda Utara Indonesia Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (10/11). lebih lanjut dikatakan Tatang, BPPT ingin mengajak daerah untuk berani berinovasi merubah keadaan. Dulu daerah identik sebagai tempat mensupply sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang rendah. Marilah kita ubah bersama-sama paradigma tersebut dengan menjadikan daerah sebagai sumber inovasi bagi Indonesia di masa depan, jelasnya.

Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan satu-satunya mitra BPPT yang merupakan kepulauan terluar dalam upaya memperkuat Sistem Inovasi Daerah (SID). Dalam tiga tahun ke depan diharapkan melalui implementasi nyata dari kerjasama ini sudah dapat membawa perubahan yang signifikan bagi Anambas dan menjadikan Anambas sebagai sucsess story bagi daerah lainnya. Karena dengan adanya dampak nyata di Anambas dapat menjadi titik awal untuk membawa bangsa kita menjadi bangsa yang mandiri dan dalam upaya memajukan peradaban bangsa, ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Tatang, Asisten II Pemeraintah Kabupaten Anambas, Andri Agrial memaparkan bahwa Kabupaten Kepulauan Anambas yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Natuna tersebut terbentuk berdasarkan UU No. 33 tahun 2008. Dengan luas wilayah perairan 98%, Anambas memiliki sumber daya alam kelautan yang melimpah. Namun demikian, status Anambas hingga saat ini masih sebagai daerah terluar dan terpencil. Oleh karena itu saya berharap melalui kerjasama yang baik dan sinergisitas yang tinggi, status Anambas dapat meningkat sebagai beranda utara Indonesia yang mampu menjaga kedaulatan negara Indonesia. Kami ingin maju dan ingin menjadi kabupaten yang setara dengan kabupaten yang maju di Indonesia, terangnya.

Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan BPPT, menurut Nunu Noviandi, Kepala Bidang Manajemen Difusi Teknologi PKT BPPT, ada beberapa rekomendasi yang akan diberikan terkait upaya pengembangan pertanian dan perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas. Pengembangan pertanian sebaiknya difokuskan pada upaya pemenuhan ketahanan pangan dengan mengembangkan komoditas unggul yang mampu penuhi kebutuhan lokal. Kemudian untuk pengembangan sektor perikanan, direkomendasikan agar pembangunan sektor perikanan dipadukan dengan wisata bahari. Target dari produl perikanan yang dihasilkan adalah ikan karang hidup, ikan segar beku dan ikang kaleng.

Senada dengan Nunu, Kasubag Program Kementerian Pertanian, Batara Siagian menekankan perlunya pemenuhan ketahanan pangan di Anambas. Untuk itu diperlukan identifikasi potensi unggulan komoditas pangan yang dapat ditumbuhkembangkan sebagai pangan andalan. Pangan andalan yang dimaksud disini merupakan pangan yang sesuai kebutuhan dan wajib dipenuhi sendiri serta memiliki potensi ekspor. Sementara untuk pangan lain yang tidak dapat diproduksi secara optimal harus disinergikan dengan daerah lain, terangnya.

Dari sudut pandang lain, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ferrianto Hadi SD mengungkapkan prinsip utama dalam membangun pulau kecil adalah bagaimana mempertemukan demand dan supply side. Selain itu juga harus ada dukungan infrastruktur, public dan private investment serta strategi promosi. Target pembangunan Anambas adalah menjadikan Anambas sebagai salah satu obyek ekuatorial untuk persembahan dunia internasional dengan memaduserasikan industri wisata dan konservasi laut. Posisi Anambas sebagai pulau terluar dengan luas daratan yang kecil menjadikan strategi yang sesuai dalam mengembangkan wilayahnya adalah melalui pembangunan sektor komersial bisnis. Tidak bisa hanya mengandalkan salah satu sektor saja, tegasnya.