5155
Hits

JAJAK KERJASAMA RISET DAN PRODUKSI ANTARA TAB DAN PT. KIMIA FARMA

Berkaitan dengan hal tersebut, Jumat (11/3) lalu, tim perekayasa bidang kesehatan yang dipimpin oleh Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), Listyani Wijayanti telah melakukan kunjungan kerja ke PT. Kimia Farma (Persero). Pertemuan yang difasilitasi oleh Komisaris PT Kimia Farma (KF), Wahono Sumaryono tersebut bertujuan untuk membicarakan mengenai penjajakan kerjasama riset dan produksi antara BPPT dan KF.

Beberapa hasil pertemuan tersebut antara lain adalah rencana kerjasama dengan Balai Pengkajian Bioteknologi dalam pengembangan proses ekstraksi alkaloid dari tanaman kina, teknologi produksi lovastatin untuk anti kolesterol, pengembangan bibit tanaman kina, pembibitan Ricinus communis untuk produksi castor oil dan uji coba lapangan untuk budidaya tanaman kina dan Ricinus communis.

Bersama Pusat Teknologi Farmasi, direncanakan pula akan dilakukan komersialisasi formula fitoesterogen sebagai antiaging. Selain itu akan dilakukan pula kerjasama pengembangan formulasi obat herbal, pembangunan unit produksi ekstrak, teknologi isolasi senyawa aktif tanaman obat, pengembangan teknologi diagnostika, khususnya untuk hepatitis serta pengembangan formulasi kosmetik menggunakan nano teknologi. Sedangkan untuk komersialisasi pangan fungsional penurun gula darah, masih diperlukan penelitian lanjutan agar masa simpannya bisa lebih dari 3 bulan.

Sebagai tindak lanjut, akan diadakan pertemuan teknis antara tim litbang KF dan tim perekayasa BPPT guna membahas penjajakan kerjasama yang diharapkan dapat ditandatangani bersama dengan kesepakatan bersama dalam waktu yang tidak terlalu lama. (BR/tab/SYRA/humas)



Untuk melaksanakan perannya dalam pengadaan dan distribusi sediaan farmasi, baik untuk kebutuhan nasional maupun ekspor, Perusahaan BUMN yang bergerak dibidang obat-obatan dan kosmetik, Kimia Farma, menghadapi permasalahan yang membutuhkan dukungan teknologi. Dukungan teknologi diperlukan terutama untuk pengembangan produk-produknya di masa mendatang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Jumat (11/3) lalu tim perekayasa bidang kesehatan yang dipimpin oleh Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), Listyani Wijayanti telah melakukan kunjungan kerja ke PT. Kimia Farma (Persero).

Pertemuan yang difasilitasi oleh Komisaris PT Kimia Farma (KF), Wahono Sumaryono tersebut bertujuan untuk membicarakan mengenai penjajakan kerjasama riset dan produksi antara BPPT dan KF.

Beberapa hasil pertemuan tersebut antara lain adalah rencana kerjasama dengan Balai Pengkajian Bioteknologi dalam pengembangan proses ekstraksi alkaloid dari tanaman kina, teknologi produksi lovastatin untuk anti kolesterol, pengembangan bibit tanaman kina, pembibitan Ricinus communis untuk produksi castor oil dan uji coba lapangan untuk budidaya tanaman kina dan Ricinus communis.

Bersama Pusat Teknologi Farmasi, direncanakan pula akan dilakukan komersialisasi formula fitoesterogen sebagai antiaging. Selain itu akan dilakukan pula kerjasama pengembangan formulasi obat herbal, pembangunan unit produksi ekstrak, teknologi isolasi senyawa aktif tanaman obat, pengembangan teknologi diagnostika, khususnya untuk hepatitis serta pengembangan formulasi kosmetik menggunakan nano teknologi.

Sedangkan untuk komersialisasi pangan fungsional penurun gula darah, masih diperlukan penelitian lanjutan agar masa simpannya bisa lebih dari 3 bulan.

Sebagai tindak lanjut, akan diadakan pertemuan teknis antara tim litbang KF dan tim perekayasa BPPT guna membahas penjajakan kerjasama yang diharapkan dapat ditandatangani bersama dengan kesepakatan bersama dalam waktu yang tidak terlalu lama. (BR/tab/SYRA/humas)